8 Buah Rendah Gula Aman untuk Kesehatan Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi buah delima yang kaya polifenol dan aman dikonsumsi anak.

Ilustrasi buah delima yang kaya polifenol dan aman dikonsumsi anak.

Jakarta, iNBrita,comBanyak orang tua percaya bahwa semua buah selalu sehat karena rasanya manis alami. Anggapan ini membuat buah sering diberikan tanpa batas kepada anak. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Buah memang mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Meski begitu, beberapa jenis buah menyimpan kadar gula yang cukup tinggi. Jika anak mengonsumsinya secara berlebihan, gula alami tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Mengutip CNBC Make It, asupan gula berlebih dari buah dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, memperlambat metabolisme, dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Karena itu, orang tua perlu lebih cermat memilih jenis buah yang dikonsumsi anak.

Dokter bedah jantung asal Palm Springs, California, dr. Steven Gundry, MD, menekankan pentingnya memilih buah rendah gula untuk kesehatan jangka panjang. Ia menyarankan masyarakat untuk mengutamakan buah yang rendah gula dan kaya polifenol.

“Sebagai dokter bedah jantung, saya selalu merekomendasikan buah dengan kadar gula rendah dan kandungan polifenol tinggi. Senyawa ini bekerja sebagai antioksidan kuat di dalam tubuh,” jelas dr. Gundry.

Ia juga membagikan daftar buah yang aman dan ideal untuk anak maupun orang dewasa.

Baca Juga :  Kemenkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Gejala Kusta Din

Berikut delapan buah rendah gula yang direkomendasikan:

1. Jeruk (Jeruk Bali, Keprok, dan Kumquat)

Buah jeruk mengandung gula rendah dan kaya vitamin C. Jeruk juga menyediakan flavonoid, sejenis polifenol yang membantu menjaga kesehatan bakteri baik di usus.

Dr. Gundry menyarankan agar tidak membuang bagian putih jeruk. Bagian ini justru menyimpan nutrisi paling padat dan bermanfaat.

2. Buah Beri (Blueberry dan Raspberry)

Blueberry dan raspberry cocok sebagai camilan sehat untuk anak. Kedua buah ini memiliki indeks glikemik rendah, kaya serat, dan tinggi polifenol. Pilih buah beri yang sedang musim agar nutrisinya lebih optimal.

3. Delima

Delima mengandung polifenol tinggi, termasuk punicalagin, yang mendukung kesehatan jantung dan regenerasi sel. Meski rasanya manis, kadar gulanya tetap relatif rendah. Biji delima juga menambah asupan serat untuk metabolisme anak.

4. Alpukat

Alpukat hampir tidak mengandung gula. Buah ini kaya lemak tak jenuh tunggal, serat, dan kalium. Kandungan tersebut membantu menjaga kesehatan jantung, membuat kenyang lebih lama, dan menstabilkan gula darah.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Kota Berkinerja Sangat Baik

“Alpukat adalah buah paling sempurna karena menyehatkan tanpa memicu lonjakan gula darah,” ujar dr. Gundry.

5. Kiwi

Kiwi menyediakan vitamin C, serat, dan antioksidan dalam jumlah tinggi dengan kadar gula yang rendah. Buah ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan pencernaan anak.

6. Pir

Pir memberi asupan cairan dan karbohidrat yang seimbang. Buah ini membantu penyerapan zat besi dan menjaga hidrasi tubuh. Kandungan seratnya yang tinggi juga efektif mencegah sembelit pada anak.

7. Pepaya

Pepaya memiliki rasa manis alami dengan kadar gula yang masih tergolong aman. Buah ini kaya vitamin dan mineral serta membantu melancarkan sistem pencernaan anak.

8. Markisa

Markisa mengandung gula lebih rendah dibandingkan banyak buah tropis lain. Buah ini kaya vitamin A, serat, dan polifenol. Anak dapat mengonsumsinya langsung atau sebagai campuran minuman sehat.

Dengan memilih buah-buahan tersebut, orang tua tetap dapat memberikan asupan segar dan bergizi kepada anak tanpa khawatir terhadap risiko kelebihan gula yang dapat mengganggu kesehatan metabolisme.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kesehatan

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi game penghasil saldo GoPay.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair ke DANA, Begini Caranya

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:00 WIB

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB