Home / KERINCI

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:26 WIB

Fesdiamon Desak Penuntasan Korupsi Dana KIP-K IAIN

Aktivis Jambi dan alumni STAIN Kerinci, Fesdiamon, saat menyampaikan desakan pengusutan dugaan korupsi dana KIP-K di IAIN Kerinci. (Foto: Dok. iNBrita)

Aktivis Jambi dan alumni STAIN Kerinci, Fesdiamon, saat menyampaikan desakan pengusutan dugaan korupsi dana KIP-K di IAIN Kerinci. (Foto: Dok. iNBrita)

Kerinci, iNBrita.com – Dugaan korupsi dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) senilai Rp9 miliar di IAIN Kerinci mendapat sorotan tajam dari aktivis Provinsi Jambi dan alumni STAIN Kerinci, Fesdiamon.

Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) segera menuntaskan kasus ini dan menetapkan tersangka, mengingat bukti yang dinilainya sudah cukup kuat.

“Ini bukan kasus kecil. Ini menyangkut hak mahasiswa miskin yang secara sistematis dirampas oleh oknum yang seharusnya menjaga amanah pendidikan. Fakta hukumnya sudah cukup, apa lagi yang ditunggu?” tegas Fesdiamon, Sabtu (5/7/2025).

Kasus ini diduga melibatkan dua nama penting di lingkungan kampus, yaitu Prof. Dr. Asa’ari, M.Ag, mantan Rektor IAIN Kerinci, serta Dr. Jafar Ahmad, M.Si, rektor aktif sekaligus mantan bendahara. Keduanya dituding melakukan pemotongan dana KIP-K sebesar Rp2,5 juta per mahasiswa per semester. Jika dikalkulasikan dalam enam semester terhadap sekitar 600 mahasiswa, nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp9 miliar.

Baca juga :   Kelompok Tani RKE Dapat Bantuan Alsintan,Alfin,SH : Pemerintah Komitmen Dukung Sektor Pertanian

Fesdiamon menyayangkan lambannya penanganan perkara ini, meskipun laporan resmi telah diajukan oleh LSM dan sempat menjadi isu utama dalam aksi mahasiswa.

“Ini menyangkut moral dan integritas dunia pendidikan. Jangan biarkan kampus dijadikan lahan praktik kejahatan atas nama bantuan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan aparat agar tidak ‘main aman’ hanya karena pelaku memiliki jabatan tinggi. Menurutnya, pembiaran justru akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di sektor pendidikan.

Baca juga :   Partai Nasdem Siap Menangkan Monadi

“KIP itu bukan milik rektor, bukan milik bendahara. Itu dana negara untuk mahasiswa kurang mampu. Kalau aparat diam, itu artinya membenarkan korupsi yang menjadikan mahasiswa sebagai korban,” tegasnya.

Sebagai alumni, Fesdiamon menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia mengajak semua pihak, termasuk civitas akademika dan masyarakat luas, untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan transparan.

“Sudah saatnya kasus ini dibuka secara terang. Jika ada unsur pidana, umumkan tersangkanya. Jangan ada yang kebal hukum hanya karena posisinya tinggi. Kita ingin kampus bersih dari para perampok berkedok akademisi,” tutupnya.(*)

Berita ini 102 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bupati Kerinci Monadi berinteraksi dengan pedagang saat meninjau Pasar Harian Kabupaten Kerinci di Pasar Baru Siulak, menunjukkan kepedulian pemerintah

KERINCI

Pemkab Kerinci Dirikan Pasar Harian Dorong Ekonomi Masyarakat

KERINCI

Kadis PUPR Maya Novefri : Tidak Ada Pungli! Semua Sesuai SOP
Poster Andalas Award 2025 berisi informasi acara penganugerahan pada 6 Desember 2025 dengan logo penyelenggara dan media pendukung.

KERINCI

Andalas Award 2025 Hadirkan Penghargaan Insan Berprestasi

KERINCI

Razia Pajak di Sungai Penuh, Puluhan Kendaraan Terjaring
Satgas TMMD 126 Kodim 0417/Kerinci bersama Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH meninjau kegiatan penyuluhan Posyandu dan menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Sungai Jernih.

KERINCI

Satgas TMMD 126 Perkuat Peran Posyandu di Masyarakat
Kapolsek Kayu Aro IPTU Rama Indra memberikan penjelasan kepada media terkait kasus penculikan lansia di Kayu Aro Barat.

KERINCI

Korban Penculikan di Kayu Aro Memilih Tidak Melapor ke Polisi
Ir. Maya Nofevri Handayani Dewan Pengawas Perumda Tirta Sakti 2025–2029

KERINCI

Maya Nofevri Terpilih Menjadi Dewas Perumda Tirta Sakti
Ilustrasi hujan deras di perkotaan

KERINCI

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini