Mengapa Eropa Berbalik Arah, Akui Palestina dan Kritik Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Palestina berkibar dalam aksi solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina di sejumlah negara Eropa.

Bendera Palestina berkibar dalam aksi solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina di sejumlah negara Eropa.

Jakarta , iNBrita.com — Negara besar Eropa, Inggris dan Prancis, telah  puluhan tahun menjadi pendukung utama Israel setelah runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah dan berdirinya Israel pada 1948.

Mereka memberi dukungan politik, diplomatik, ekonomi, hingga militer, meski Israel berulang kali melanggar hukum internasional.

Namun, sejak paruh kedua 2025, sikap itu berubah drastis. Sejumlah negara Eropa kini mengkritik kekejaman Israel di Gaza dan sebagian besar sudah mengakui Palestina.

Perubahan kebijakan ini lahir dari tekanan politik domestik. Gelombang aksi massa di berbagai kota Eropa menuntut pemerintah berhenti mendukung Israel.

Tekanan itu menjalar ke parlemen dan elit politik. Akhirnya, pemerintah Eropa goyah dan terpaksa meninjau ulang dukungan mereka.

Selain itu, sentimen anti-Israel semakin kuat. Pemungutan suara di Majelis Umum PBB menunjukkan mayoritas dunia mendukung Palestina. Eropa tidak ingin terisolasi dari arus besar komunitas internasional.

Faktor Regional

Agresi Israel yang meluas ke Yaman, Lebanon, Suriah, hingga Iran juga memperkuat perubahan sikap Eropa. Puncaknya, serangan Israel ke ibu kota Qatar, Doha, membuat kebijakan Eropa bergeser tajam. Serangan itu bahkan tak bisa dijelaskan oleh sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat.

Eropa lalu memutuskan menghentikan dukungan militer dan mulai menyiapkan langkah tegas terhadap Tel Aviv untuk menahan ekspansionisme Israel.

Pengakuan Belum Cukup

Meski begitu, pengakuan Eropa terhadap Palestina dianggap belum cukup. Sebagian negara Eropa belum menegaskan pengakuan pada batas wilayah 1967. Mereka dikhawatirkan hanya mengakui Palestina artifisial yang tidak menyelesaikan penderitaan rakyat Gaza.

Pengamat politik Timur Tengah, Ahmad Munji, menilai perubahan sikap Eropa lebih dipicu faktor politik ketimbang kepedulian kemanusiaan.

Ia mengingatkan, jika Uni Eropa tidak mengambil langkah nyata menghentikan genosida Gaza, persatuan benua bisa terancam pecah.

(Vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York
Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York
Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris
Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025
Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Sheikh Hasina
Elon Musk Ungkap Rahasia Daya Ingat Kuat
Krisdayanti Wakili Indonesia dalam Kejuaraan Wushu Internasional
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 November 2025 - 07:00 WIB

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York

Rabu, 5 November 2025 - 18:00 WIB

Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York

Senin, 20 Oktober 2025 - 06:03 WIB

Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:30 WIB

Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:21 WIB

Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India

Berita Terbaru

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB

Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.

Nasional

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi peringatan vitamin anak palsu yang beredar online.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Jumat, 23 Okt 2026 - 02:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Uncategorized

Prabowo Dorong Pemerataan Kekayaan Ekonomi Indonesia

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Puppy Merge, game penghasil uang dengan klaim saldo DANA.

Teknologi

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB