Jakarta, iNBrita.com – Sholat Witir merupakan penutup dari seluruh rangkaian ibadah malam, seperti Tahajud, Tarawih, dan Qiyamul Lail. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya melaksanakan sholat Witir, serta membaca doa setelahnya sebagai bentuk permohonan dan penyerahan diri kepada Allah SWT.
Doa setelah sholat Witir menjadi wujud ketundukan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya. Dalam doa ini, terkandung makna permohonan ampun, rahmat, perlindungan, serta ridha Allah SWT. Dengan demikian, doa ini menjadi penyempurna ibadah malam yang telah dilakukan.
Makna dan Keutamaan Sholat Witir
Menurut Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, secara bahasa “Witir” berarti ganjil. Sementara itu, dalam istilah fikih, sholat Witir adalah sholat malam yang jumlah rakaatnya ganjil, mulai dari satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat.
Selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan Witir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Witir merupakan penutup ibadah malam. Oleh karena itu, setelahnya dianjurkan untuk berdoa dengan penuh keikhlasan dan harapan akan rahmat Allah SWT.
Selain itu, dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ
“Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai orang-orang yang melakukan sholat witir, maka lakukanlah sholat Witir, wahai para ahli Al-Qur’an.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dengan demikian, jelas bahwa Allah SWT mencintai orang-orang yang menutup ibadah malamnya dengan sholat Witir. Adapun waktunya dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh. Setelah salam terakhir, disunnahkan membaca doa dan dzikir sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Urutan Doa Setelah Sholat Witir
Agar pelaksanaannya lebih sempurna, berikut urutan doa yang dianjurkan setelah sholat Witir.
1. Membaca Syahadat, Istighfar, dan Permohonan Ridha Allah
Setelah salam, terlebih dahulu bacalah syahadat, istighfar, serta doa memohon ridha Allah SWT:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ (3 kali)
Latin:
Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Ya Allah, aku memohon ridha dan surga-Mu, serta berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu.”
2. Membaca Tasbih
Setelah itu, lanjutkan dengan membaca tasbih:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (3 kali)
Latin:
Subhānal malikil quddūs.
Artinya:
“Mahasuci Raja yang Maha Kudus.”
(HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
3. Membaca Pujian Kesucian
Kemudian, bacalah pujian kesucian kepada Allah SWT:
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Latin:
Subbūhun quddūsun rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.
Artinya:
“Suci dan kudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril.”
(HR. Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni)
4. Membaca Doa Ampunan dan Rahmat
Selanjutnya, panjatkan doa untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT:
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي (ثلاث مرات)
يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī (3 kali). Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīn.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun lagi Pemurah. Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku. Wahai Dzat Yang Maha Pemurah, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
5. Membaca Doa Perlindungan dan Keselamatan
Setelah itu, lanjutkan dengan doa perlindungan dan keselamatan:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك، وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك، وَأَعُوذُ بِك مِنْك، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك
Latin:
Allāhumma innī a‘ūdzu biridhāka min sakhathika, wa bimu‘āfātika min ‘uqūbatika, wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an ‘alayka, anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu, dan kepada ampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu. Aku tidak sanggup menghitung pujian-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah)
6. Membaca Doa Sholat Witir
Kemudian, bacalah doa sholat Witir dengan penuh kekhusyukan:
أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَيَقِينًا صَادِقًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَدِينًا قَيِّمًا، وَخَيْرًا كَثِيرًا، وَالْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَتَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَالشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَالْغِنَى عَنِ النَّاسِ…
(Lanjutkan sesuai teks lengkap di atas)
Artinya:
“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal saleh, agama yang lurus, serta kebaikan yang banyak.
Kami mohon ampunan dan kesehatan yang sempurna, bersyukur atas nikmat kesehatan, serta kecukupan dari manusia.
Ya Allah, terimalah sholat, puasa, dan ibadah kami. Sempurnakan segala kekurangan kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala pengasih.
Semoga kesejahteraan tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
7. Penutup
Terakhir, bacalah Surat Al-Fatihah sebagai penutup doa malam yang penuh keberkahan. Dengan demikian, ibadah malam akan terasa lebih sempurna dan menenangkan hati.
Penutup: Cahaya di Akhir Malam
Secara keseluruhan, sholat Witir bukan hanya sekadar ibadah ganjil di penghujung malam. Lebih dari itu, Witir adalah simbol keintiman seorang hamba dengan Tuhannya.
Melalui doa setelah sholat Witir, seorang muslim menyerahkan seluruh harapan, rasa syukur, dan permohonan ampunannya kepada Allah SWT—Sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga kebiasaan sholat Witir setiap malam.
Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah malam kita, dan menjadikannya cahaya di dunia serta penolong di akhirat. Aamiin.









