Abu Sufyan bin Harits, Pejuang Setia Rasulullah SAW

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Abu Sufyan bin Al-Harits (Foto: Getty Images/iStockphoto/irayoflight)

Baca artikel detikhikmah,

Ilustrasi Abu Sufyan bin Al-Harits (Foto: Getty Images/iStockphoto/irayoflight) Baca artikel detikhikmah, "Kisah Abu Sufyan bin Al-Harits, dari Musuh Jadi Sahabat Setia" selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-8159155/kisah-abu-sufyan-bin-al-harits-dari-musuh-jadi-sahabat-setia. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Jakarta , iNBrita.com

Kisah hidup Abu Sufyan bin Al-Harits menjadi bukti bahwa hidayah Allah mampu mengubah hati siapa pun. Ia adalah sepupu sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW.

Dahulu, ia termasuk musuh terkeras dakwah Islam. Namun akhirnya, ia berubah menjadi salah satu sahabat paling setia Rasulullah SAW.

Abu Sufyan bin Al-Harits merupakan anak dari Al-Harits bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sama dengan Rasulullah. Mereka sering bermain bersama dan memiliki hubungan yang sangat dekat.

Selain itu, Abu Sufyan dikenal sebagai penunggang kuda yang tangguh dan penyair berbakat. Namun, ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, kehidupannya berubah drastis. Ia justru menjadi salah satu orang yang paling keras menentang dakwah Islam.

Sebagai penyair Quraisy, Abu Sufyan memiliki pengaruh besar. Ia sering membuat syair yang menghina Nabi dan mengejek ajaran Islam.

Karena itu, banyak orang Quraisy yang makin berani menolak ajaran Rasulullah SAW. Tak hanya itu, Abu Sufyan juga ikut terlibat dalam beberapa peperangan yang memusuhi kaum Muslimin. Ia benar-benar menjadi sosok yang sangat menentang Islam di masa awal dakwah.

Namun, semua kebencian itu akhirnya sirna ketika Allah memberikan cahaya hidayah ke dalam hatinya.

Setelah lebih dari dua puluh tahun hidup dalam permusuhan, hati Abu Sufyan mulai tersentuh oleh kebenaran. Ia menyadari kesalahannya dan ingin memperbaiki diri. Karena itu, bersama putranya, Ja’far, ia berangkat ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW dan memohon ampun.

Baca Juga :  Satgas TMMD ke-126 Gelar Penyuluhan Dorong Ketahanan Pangan

Saat bertemu, Abu Sufyan merendahkan diri di hadapan Rasulullah. Meskipun begitu, Nabi sempat berpaling dan enggan menerimanya. Ia mencoba berulang kali, tetapi Nabi tetap menolak. Meski begitu, Abu Sufyan tidak putus asa. Ia terus menunjukkan ketulusannya dan memohon ampun kepada Allah.

Akhirnya, Allah menggerakkan hati Rasulullah SAW untuk memaafkannya. Nabi pun bersabda,
“Tiada dendam dan tiada penyesalan, wahai Abu Sufyan.”

Sejak saat itu, Abu Sufyan belajar wudhu dan shalat. Ia memutuskan untuk mengabdikan seluruh hidupnya kepada Islam dan menebus masa lalunya dengan amal dan perjuangan.

Setelah masuk Islam, Abu Sufyan bin Al-Harits menjadi pejuang yang tangguh dan setia. Dalam setiap peperangan, ia selalu berada di sisi Rasulullah SAW.

Pada Perang Hunain, keberaniannya begitu luar biasa. Dengan tangan kirinya, ia memegang tali kendali kuda Rasulullah, sementara tangan kanannya menghunus pedang untuk melindungi beliau. Ia tidak bergeser sedikit pun dari sisi Nabi hingga perang berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin.

Melihat kesetiaannya, Rasulullah SAW bertanya,
“Siapa orang ini yang tidak meninggalkanku sedetik pun?”
Seseorang menjawab, “Itu Abu Sufyan bin Al-Harits.”

Rasulullah kemudian bersabda,
“Aku ridha padanya, dan Allah telah mengampuni dosa-dosanya.”

Sejak itu, Abu Sufyan hidup dengan penuh rasa syukur. Ia memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan menjauhi gemerlap dunia.

Baca Juga :  Net Buy Asing Rp2,9 Triliun, IHSG Masih Terkoreksi

Setelah bertahun-tahun berjuang di jalan Allah, Abu Sufyan memilih hidup sederhana. Ia sering terlihat di masjid, selalu menjadi orang pertama yang datang dan terakhir yang keluar.

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Aisyah RA,
“Lihatlah anak pamanku, Abu Sufyan bin Al-Harits. Ia yang pertama masuk masjid dan terakhir keluar. Pandangannya selalu tertuju ke tempat sujud. Dialah pemimpin para pemuda di surga.”

Sementara itu, pada masa Khalifah Umar bin Khathab RA, Abu Sufyan merasa ajalnya semakin dekat. Ia bahkan menggali kuburnya sendiri. Tiga hari kemudian, ia wafat dengan tenang.
Sebelum meninggal, ia berpesan kepada keluarganya,

“Jangan tangisi aku. Demi Allah, sejak aku masuk Islam, aku tidak pernah berbuat dosa lagi.”

Khalifah Umar bin Khathab pun menyalatkan jenazahnya dengan air mata duka, melepas kepergian salah satu sahabat terbaik Rasulullah SAW.

Kisah hidup Abu Sufyan bin Al-Harits memberikan pelajaran berharga bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dibukakan oleh hidayah Allah.
Dari seorang musuh Rasulullah, ia berubah menjadi pembela Islam yang setia.

Karena itu, setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama ia mau bertaubat dengan tulus.

Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa taubat yang sungguh-sungguh dapat menghapus masa lalu, dan bahwa Allah selalu membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya.

(ES)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liverpool Tundukkan West Ham 5-2 dalam Laga Seru
Golongan Manusia yang Tak Dipandang Allah Saat Kiamat
Doa Setelah Sholat Witir Penutup Ibadah Malam
Doa dan Keteguhan Iman di Tengah Ujian Sakit
Ustadz Guspiarman,Penyebab Manusia Tidak Mendapat Hidayah
Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad ﷺ di Era Modern
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:00 WIB

Liverpool Tundukkan West Ham 5-2 dalam Laga Seru

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:55 WIB

Golongan Manusia yang Tak Dipandang Allah Saat Kiamat

Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:30 WIB

Doa Setelah Sholat Witir Penutup Ibadah Malam

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:57 WIB

Doa dan Keteguhan Iman di Tengah Ujian Sakit

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:06 WIB

Abu Sufyan bin Harits, Pejuang Setia Rasulullah SAW

Berita Terbaru

   Seorang teknisi listrik memeriksa dan melakukan pengecekan pada meteran listrik untuk memastikan instalasi berjalan dengan aman.                                           
(Foto : Dok. PT PLN)

Nasional

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB

Foto: United airlines (Travelpulse)

Internasional

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (1/6/2026).

SUNGAI PENUH

WaliKota Alfin Tegaskan Pancasila Fondasi Kemajuan Daerah

Senin, 1 Jun 2026 - 13:00 WIB

(ANTARA FOTO/INDRAYADI TH)

Nasional

Daftar Harga BBM Resmi 1 Juni 2026 Terbaru

Senin, 1 Jun 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin S.H., melantik Dewan Pengawas Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khayangan periode 2026–2030 di Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (01/6).

SUNGAI PENUH

Walikota Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:00 WIB