Jambi, iNBrita.com — Hari Kiamat pasti datang. Tidak ada satu pun manusia yang bisa menghindarinya. Pada hari itu, Allah SWT akan memperlihatkan semua amal perbuatan manusia dan membalasnya dengan seadil-adilnya.
Allah menegaskan dalam surah Al Hajj ayat 7:
“Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang ada di dalam kubur.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Oleh karena itu, manusia harus mempersiapkan diri sejak dini dengan amal saleh dan ketaatan kepada Allah.
Tiga Golongan yang Tidak Dipandang Allah
Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang Allah pada hari Kiamat. Mereka juga tidak akan mendapat ampunan dan akan menerima azab yang pedih.
Pertama, orang yang memiliki kelebihan air di perjalanan tetapi menolak menolong musafir yang kehausan.
Kedua, orang yang berbaiat kepada pemimpin hanya demi urusan dunia. Jika mendapat imbalan, ia senang; namun jika tidak, ia marah.
Ketiga, orang yang berdusta dalam jual beli dengan bersumpah palsu.
Ketiga perilaku ini menunjukkan sifat kikir, munafik, dan tidak jujur. Semua itu termasuk dosa besar yang mendatangkan murka Allah. Maka, setiap Muslim harus menjauhi sifat-sifat tersebut agar selamat di akhirat.
Suami yang Menyebarkan Rahasia Rumah Tangga
Selain itu, Rasulullah SAW memperingatkan para suami agar tidak mengumbar rahasia rumah tangga. Dalam hadits riwayat Abu Sa’id Al-Khudri disebutkan:
“Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang berhubungan dengan istrinya lalu menceritakan rahasianya kepada orang lain.”
Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga kehormatan keluarga. Suami harus menghormati istrinya dan tidak membuka aib rumah tangga kepada siapa pun. Dengan menjaga rahasia rumah tangga, seseorang menunjukkan amanah, kebijaksanaan, dan rasa hormat kepada pasangan.
Orang yang Mengorbankan Akhirat Demi Dunia
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha’iful Ma’arif menyampaikan pesan yang dalam:
“Orang yang paling buruk kedudukannya di hari Kiamat adalah orang yang menghancurkan akhiratnya demi merebut dunia milik orang lain.”
Pesan ini sangat jelas. Banyak orang rela berbuat zalim demi harta dan kekuasaan, padahal semua itu fana. Dunia hanya tempat sementara, sedangkan akhirat abadi. Karena itu, manusia harus berhati-hati agar tidak menjual akhiratnya demi keuntungan sesaat.
Manusia yang Paling Buruk Saat Kiamat
Ibnu Katsir dalam An Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menggambarkan keadaan manusia menjelang Kiamat. Beliau mengatakan bahwa akan datang masa ketika orang sudah tidak mengenal kalimat “La ilaha illallah.”
Zikir kepada Allah hilang dari bumi, dan manusia hidup tanpa iman. Saat itulah, Kiamat benar-benar terjadi. Manusia yang hidup pada masa itu menjadi golongan paling buruk, karena mereka melupakan Allah sepenuhnya.
Cara Agar Dicintai Allah
Sebaliknya, orang yang mengikuti ajaran Rasulullah SAW akan mendapatkan cinta dan ampunan dari Allah. Dalam surah Ali Imran ayat 31, Allah berfirman:
“Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Berusahalah agar Allah dicintai oleh hamba-hamba-Nya, niscaya Allah akan mencintai kalian.”
Cara untuk meraih cinta Allah sangat sederhana. Kita perlu mengikuti sunnah Nabi, berbuat baik kepada sesama, dan menjaga amanah dalam setiap hal. Dengan begitu, Allah akan memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Kesimpulan
Hari Kiamat adalah kepastian. Setiap amal akan mendapat balasan yang setimpal. Karena itu, manusia harus menjauhi sifat kikir, dusta, dan munafik. Sebaliknya, kita perlu meneladani Rasulullah SAW dalam beribadah, bersikap jujur, dan berbuat baik kepada sesama.
Dengan menjaga iman dan amal, insyaAllah kita termasuk golongan yang dipandang Allah dengan rahmat pada hari Kiamat nanti.
(ES*)











