Home / Internasional

Sabtu, 15 November 2025 - 18:30 WIB

Krisis Kemanusiaan Sudan Memburuk di Tengah Pertempuran

Pengungsi Sudan terlihat melintasi kamp darurat di perbatasan Chad setelah melarikan diri dari pertempuran dan kekerasan yang meningkat di Darfur dan Kordofan.

Pengungsi Sudan terlihat melintasi kamp darurat di perbatasan Chad setelah melarikan diri dari pertempuran dan kekerasan yang meningkat di Darfur dan Kordofan.

Jakarta, iNBrita.com – Lebih dari separuh penduduk Sudan kini membutuhkan bantuan kemanusiaan di tengah pertempuran yang terus melanda negara Afrika timur laut tersebut.

Sejak perang meletus pada April 2023, bentrokan antara tentara Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) telah menewaskan puluhan ribu orang dan mengusir hampir 12 juta warga dari rumah mereka, sehingga memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

“Kami melihat kondisi di mana lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, jumlah yang setara dengan setengah populasi Sudan,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Denmark, Charlotte Slente, setelah meninjau wilayah perbatasan Sudan–Chad.

Baca juga :   Goh Jin Wei Jadi Finalis Thailand Masters 2026

Menurut Bank Dunia, Sudan memiliki sekitar 50 juta penduduk pada 2024.

Pernyataan Slente muncul setelah ia mengunjungi daerah di Chad yang berbatasan dengan wilayah Darfur di Sudan barat, yang belakangan mengalami pertempuran sengit.

Kekerasan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. RSF telah merebut kota penting El-Fasher, benteng terakhir tentara Sudan di Darfur, setelah pengepungan 18 bulan dan munculnya laporan kekejaman yang terus bertambah.

Baca juga :   Suzuki Burgman 400 2026 Tampil Elegan di Thailand

“Ada pelanggaran yang menabrak semua hukum kemanusiaan internasional,” kata Slente.

Ia menyebut organisasinya telah menemukan bukti pembantaian massal dan kekerasan seksual, termasuk penahanan, penculikan, pemindahan paksa, dan penyiksaan.

Slente juga menuding komunitas internasional kurang bertindak menghadapi situasi tersebut. Ia memperingatkan bahwa beberapa kota lain masih terkepung namun tidak mendapat perhatian yang sama.

Kota Babanusa, benteng terakhir tentara di Kordofan Barat, sudah dikepung selama berbulan-bulan, begitu pula El-Obeid di Kordofan Utara serta Kadugli dan Dilling di Kordofan Selatan.

(VVR*)

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Interior Masjid Quba dengan lampu lingkaran besar, kaligrafi kubah, dan jemaah yang sedang beribadah.

Internasional

Keindahan Masjid Quba dan Ibadah Rombongan MPR RI
Menlu Sugiono menyampaikan perintah evakuasi WNI dari Iran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Internasional

Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi WNI dari Iran
Pemimpin Eksekutif Hong Kong John Lee saat konferensi pers membahas penyelidikan kebakaran apartemen mematikan, Selasa 2 Desember.

Internasional

Hong Kong Selidiki Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court
Atletico Madrid mencetak lima gol saat melawan Real Betis di Copa del Rey.

Internasional

Atletico Madrid Hajar Betis 5-0 ke Semifinal
Pria merentangkan tangan di tepi tebing menghadap pemandangan danau dan pegunungan.

Internasional

Sejarah dan Makna Hari Pria Internasional 19 November
Kantor PBB di Jenewa, Swiss

Internasional

PBB Desak Negosiasi Usai Serangan AS ke Iran
Xabi Alonso pelatih yang dikabarkan sepakat melatih Liverpool

Internasional

Xabi Alonso Sepakat Jadi Pelatih Baru Liverpool Musim Depan
Alwi Farhan melakukan smash saat bertanding di final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta.”

Internasional

Final Indonesia Masters 2026: Laga Seru Tuan Rumah