Zelensky Menolak Usulan Rencana Damai dari AS
Jakarta, iNBrita.com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak rencana perdamaian yang Amerika Serikat ajukan untuk menghentikan konflik dengan Rusia. Ia menilai isi proposal itu menempatkan Ukraina pada pilihan yang sulit dan dapat memengaruhi kedaulatan negara. Zelensky juga menyampaikan bahwa pemerintahannya akan menyiapkan usulan alternatif yang dianggap lebih sesuai dengan kepentingan nasional.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa ia menyambut proposal tersebut sebagai dasar pembahasan lanjutan. Berdasarkan laporan media internasional, Putin memperingatkan bahwa situasi di lapangan dapat berubah apabila proses negosiasi tidak berjalan. Pernyataan itu menunjukkan sikap resmi pemerintah Rusia terhadap perkembangan rencana damai.
Rencana berisi 28 poin yang mendapat dukungan Presiden AS Donald Trump memuat ketentuan mengenai status keanggotaan Ukraina di NATO serta wilayah di bagian timur Ukraina. Pemerintah Ukraina sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap syarat-syarat tersebut.
Trump Mengajak Zelensky Menyepakati Proposal Sebelum 27 November
Presiden AS Donald Trump meminta Zelensky mempertimbangkan dan menyepakati proposal damai tersebut sebelum 27 November. Ia menyebut bahwa pemerintahannya menyusun dokumen itu dalam beberapa minggu terakhir bersama pihak terkait. Di sisi lain, pemerintah Ukraina mempertahankan sikap untuk tidak menyerahkan wilayah dan tidak mengurangi kapasitas pertahanan tanpa kesepakatan yang dianggap adil.
FAA Mengeluarkan Peringatan Penerbangan di Wilayah Venezuela
Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan peringatan bagi penerbangan sipil di wilayah udara Venezuela. FAA menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas militer di kawasan Karibia dapat menimbulkan potensi risiko terhadap keselamatan penerbangan. Melalui peringatan ini, FAA meminta maskapai dan pilot meningkatkan kewaspadaan selama melintas di wilayah tersebut.
China Melaporkan Perselisihan Diplomatik dengan Jepang ke PBB
Pemerintah China melaporkan perselisihan diplomatik dengan Jepang kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam surat resmi yang Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, kirimkan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, China menyatakan keberatan terhadap pernyataan Jepang terkait isu Taiwan. Pemerintah China menegaskan bahwa mereka akan mengikuti prosedur diplomatik untuk menangani perselisihan tersebut. Hingga saat ini, Jepang belum menyampaikan tanggapan resmi melalui PBB.
(ES*)









