Peringatan BNPB Terkait Bibit Siklon dan Cuaca Ekstrem

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB membawa seorang warga menggunakan perahu karet saat banjir merendam sejumlah rumah di sebuah kawasan permukiman.

Petugas BNPB membawa seorang warga menggunakan perahu karet saat banjir merendam sejumlah rumah di sebuah kawasan permukiman.

Jakarta, iNBrita.comDua bibit siklon, 91S dan 93S, muncul di Samudra Hindia. Kedua bibit siklon ini berpotensi meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat; akibatnya, tinggi gelombang laut di beberapa wilayah dapat ikut meningkat.
BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berikut informasi dari akun resmi Instagram BNPB (@bnpb_indonesia):

Bentuk Siap Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

BPBD provinsi/dinas terkait harus mendampingi BPBD kabupaten/kota untuk menyiapkan langkah konkret menghadapi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, yang meliputi:

A. Identifikasi Daerah Berisiko dan Penguatan Pemahaman Risiko

  • Identifikasi wilayah yang memiliki riwayat bencana cuaca ekstrem, seperti banjir, gerakan tanah (longsor), angin kencang, dan gelombang tinggi melalui:

    • dibi.bnpb.go.id

  • Identifikasi wilayah dengan indeks bahaya atau risiko sedang–tinggi berdasarkan Kajian Risiko Bencana melalui:

    • inarisk.bnpb.go.id

B. Pemantauan Informasi Prediksi Cuaca dan Potensi Bencana

1. Lakukan monitoring berkala untuk memperoleh peringatan dini melalui:

  • tropicalcyclone.bmkg.go.id

  • bmkg.go.id/cuaca/siklon-tropis

  • web-meteo.bmkg.go.id

  • vsi.esdm.go.id

  • bmkg.go.id/cuaca/peringatan-dini-cuaca

  • maritim.bmkg.go.id/cuaca/peringatan/gelombang

  • Pantauan TMA dan peringatan dini banjir dari BWS setempat.

Baca Juga :  Bencana Sumatra 2025 dan Kewajiban Presiden Tetapkan Darurat

2. Pastikan seluruh sistem pemantauan (termasuk sensor banjir dan longsor) berfungsi baik dan terhubung dengan Pusdalops BPBD.

3. Jaga kelancaran komunikasi antara Pusdalops BPBD dengan lembaga pemantau nasional/lokal seperti BMKG, PVMBG, BWS, komunitas, dan petugas pintu air.

C. Penyebaran Informasi (Diseminasi Peringatan Dini)

Diseminasi Tepat Sasaran

  • Sebarkan informasi teknis hingga tingkat desa/kelurahan mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah prioritas (Kaltara, Bengkulu, Sumsel, Lampung) lengkap dengan rekomendasi aksi dini.

Peringatan Maritim

  • Sebarkan informasi gelombang tinggi secara efektif kepada nelayan, komunitas maritim, dan operator pelayaran.

Gunakan peralatan penyebar informasi:

  • HT

  • Kentongan

  • Sirene

D. Bentuk Kesiapsiagaan Respons

  • Tingkatkan koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota berisiko tinggi.

  • Pastikan SOP Destana untuk respons peringatan dini tersedia dan relevan.

  • Cek jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang aman, termasuk dukungan untuk kelompok rentan dan disabilitas.

  • Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya sesuai rencana kontinjensi.

  • Lindungi aset masyarakat, termasuk hewan ternak.

Baca Juga :  Sedekah Subuh Dianjurkan Setelah Sholat Ini Penjelasan

E. Tindak Lanjut

  • Pastikan perahu karet, pelampung, kendaraan operasional, dan peralatan lainnya siap digunakan.

  • Tetapkan status keadaan darurat jika pemerintah daerah memerlukan tambahan peralatan, personel, logistik, atau anggaran dari Pemerintah Pusat melalui BNPB.

  • Koordinasikan situasi darurat dengan Pusat Pengendalian Operasi BNPB melalui call center 117.

  • Jika perlu, aktifkan pos komando penanganan darurat.

Langkah Kesiapsiagaan Tambahan

  • Pangkas pohon yang rapuh.

  • Periksa kekuatan bangunan.

  • Simpan dokumen penting dan perangkat elektronik di tempat aman.

  • Siapkan tas siaga berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari.

  • Pantau prakiraan cuaca dari sumber resmi.

  • Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, bersiaplah untuk evakuasi ke lokasi yang lebih aman.  (VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pagar Baru dari KMH, Sekolah Lebih Aman Nyaman
Sekda Alpian Hadiri Penutupan Program BioCF ISFL Jambi
Indonesia Mulai Kemarau Mei 2026, Ini Wilayah Terdampak
Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Timnas Voli
Monadi Apresiasi Asesmen Komdigi Percepat Transformasi Digital
Bupati Kerinci Revitalisasi Wisata Air Panas Sungai Medang
Skandal Menaker AS Berujung Pengunduran Diri Chavez-DeRemer
Sinergi Pemkot Sungai Penuh dan TNI Makin Kuat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pagar Baru dari KMH, Sekolah Lebih Aman Nyaman

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00 WIB

Sekda Alpian Hadiri Penutupan Program BioCF ISFL Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Indonesia Mulai Kemarau Mei 2026, Ini Wilayah Terdampak

Kamis, 30 April 2026 - 23:00 WIB

Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Timnas Voli

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

Monadi Apresiasi Asesmen Komdigi Percepat Transformasi Digital

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin memberi arahan kepada CPNS dalam kegiatan Latsar di Kota Sungai Penuh, Senin (2/6/2026).

SUNGAI PENUH

Walikota Alfin Tekankan ASN Inovatif di Era Transformasi Digital

Rabu, 3 Jun 2026 - 17:00 WIB

Hero Patria, SE, Ketua DPC Gerindra Kota Sungai Penuh, menyampaikan dukungan terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN), di Sungai Penuh, Rabu (3/6/2026).

SUNGAI PENUH

DPC Gerindra Sungai Penuh Dukung Penguatan Tata Kelola MBG

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh mengapresiasi raihan Opini WTP ke-14 pada acara penyerahan LHP BPK RI Perwakilan Jambi.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Apresiasi Kota Sungai Penuh Raih WTP Ke-14

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas hari ini tercatat stagnan setelah sebelumnya mengalami penurunan.(Foto: Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Tinggi

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:00 WIB

Foto: Ilustrasi Rumah. (Dok: Freepik)

Nasional

KPR Mahal Bikin Milenial Menyerah Beli Rumah

Rabu, 3 Jun 2026 - 11:00 WIB