Jakarta, iNBrita.com – Setiap muslim perlu memahami tata cara sholat tahajud. Walaupun sholat ini bersifat sunnah, Allah menjanjikan banyak keutamaan bagi siapa pun yang mengerjakannya dengan ikhlas dan istiqamah.
Allah SWT secara langsung memerintahkan sholat tahajud dalam Surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا – ٧٩
Artinya:
“Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Berdasarkan Buku Pintar Sholat Wajib dan Sunnah Super Lengkap karya Sai Ahmad Jamil, umat Islam menetapkan hukum sholat tahajud sebagai sunnah muakkad. Artinya, Rasulullah SAW sangat menganjurkan ibadah ini.
Islam tidak membatasi jumlah rakaat sholat tahajud. Seorang muslim dapat memulainya dengan dua rakaat, lalu menambah menjadi empat rakaat atau lebih sesuai kemampuan.
Tata Cara Sholat Tahajud
Buku Panduan Lengkap Sholat Wajib dan Sunnah susunan Amat Asnawi menjelaskan tata cara sholat tahajud sebagai berikut:
Membaca niat sholat tahajud
Mengucapkan takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca Surah Al-Fatihah
Membaca salah satu surah Al-Qur’an
Melakukan rukuk
Bangkit untuk i’tidal
Melakukan sujud
Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
Membaca tasyahud akhir pada rakaat kedua
Menutup sholat dengan salam
Seorang muslim dapat mengerjakan sholat tahajud empat rakaat dengan dua kali salam (setiap dua rakaat). Ia juga boleh mengerjakannya empat rakaat sekaligus dengan satu salam, tanpa tasyahud awal. Cara ini sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
Bacaan Niat Sholat Tahajud
1. Niat Sholat Tahajud Dua Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Sholat Tahajud Empat Rakaat
أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatattahajjudi arba’a raka’aatin lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah tahajud empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud
Buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih menyebutkan beberapa amalan yang dapat dibaca setelah sholat tahajud.
1. Membaca Istighfar 100 Kali
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘adhiimi wa atuubu ilaihi
Artinya:
“Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami bertaubat kepada-Nya.”
Seorang muslim juga dapat membaca istighfar versi panjang berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta…
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menepati janji-Mu sesuai kemampuanku. Aku berusaha menepati janji-Mu sesuai kemampuanku, berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, serta mengakui nikmat dan dosa-dosaku, maka ampunilah aku.” Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
2. Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW 100 Kali
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”
3. Membaca Asmaul Husna
يا لطيفُ يا مُعِزُّ يا حميدُ يا جليلُ
Artinya:
“Wahai Yang Maha Lembut, Maha Memuliakan, Maha Terpuji, dan Maha Agung.”
4. Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud
(Doa panjang riwayat Bukhari dan Muslim tetap utuh tanpa perubahan huruf Arab, sebagaimana pada naskah asli)
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ … وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu… tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
(HR Bukhari dan Muslim)
(VVR*)














