Iran Kecam Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kobaran api dan asap terlihat di salah satu wilayah Venezuela setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat, Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Kobaran api dan asap terlihat di salah satu wilayah Venezuela setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat, Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Teheran, iNBrita.com – Otoritas Iran langsung mengecam keras Amerika Serikat (AS) setelah militer AS melancarkan serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Selain Iran, Kolombia dan Kuba juga menyuarakan kecaman terhadap tindakan militer tersebut.

Venezuela Tuduh AS Lakukan Agresi Besar-besaran

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuding Amerika Serikat melakukan agresi militer berskala besar dan sangat serius. Lebih lanjut, pemerintah Venezuela menyatakan serangan AS menghantam sejumlah wilayah penting, termasuk Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Trump Akui Serangan dan Klaim Maduro Ditangkap

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengonfirmasi serangan tersebut. Ia menyebut militer AS menjalankan operasi skala besar yang berjalan sukses. Selain itu, Trump juga mengklaim aparat AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke luar negeri.

Iran Nilai AS Langgar Kedaulatan dan Piagam PBB

Menanggapi situasi itu, Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan AS melanggar kedaulatan serta integritas teritorial Venezuela. Tak hanya itu, Iran juga menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan itu disampaikan Kemenlu Iran, sebagaimana dilaporkan AFP dan CNN pada Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga :  Walikota Alfin Tekankan ASN Inovatif di Era Transformasi Digital

Melalui kantor berita pemerintah Press TV, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan kecaman mereka. Iran menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional Venezuela.

Teheran Peringatkan Dampak Global

Lebih jauh, Iran yang selama ini menjadi salah satu sekutu utama Venezuela, memperingatkan dampak luas dari agresi tersebut. Menurut Teheran, serangan militer AS terhadap negara berdaulat anggota PBB tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi merusak perdamaian dan keamanan internasional serta mengguncang sistem global secara keseluruhan.

Kolombia Serukan Penahanan Diri

Di sisi lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi di Venezuela, meski ia tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat. Melalui akun media sosial X, Petro menegaskan bahwa pemerintah Kolombia menolak segala bentuk tindakan militer sepihak yang berisiko memperburuk keadaan dan membahayakan warga sipil.

Baca Juga :  Ronaldo Pulang ke Portugal, Isu Hengkang dari Al Nassr

Lebih lanjut, Petro menekankan bahwa Kolombia terus memantau perkembangan di Venezuela dengan penuh perhatian. Ia juga mendesak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memicu eskalasi konflik.

Kuba Sebut Serangan AS sebagai Tindakan Kriminal

Selain Kolombia, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel turut melontarkan kecaman keras. Ia secara tegas menyebut aksi militer AS terhadap Venezuela sebagai tindakan kriminal. Menurut Diaz-Canel, serangan tersebut mengancam kawasan Amerika Latin yang selama ini dikenal sebagai zona perdamaian.

“Kuba mengecam keras serangan kriminal AS terhadap Venezuela dan mendesak komunitas internasional untuk merespons secara tegas. Saat ini, zona perdamaian kita menghadapi serangan brutal,” tegas Diaz-Canel.  (Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Cristiano Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Kongo Imbang
Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun
Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia
Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:00 WIB

Cristiano Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Kongo Imbang

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Berita Terbaru

Ilustrasi jantung (Foto: Getty Images/Eoneren)

Kesehatan

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.

Minggu, 21 Jun 2026 - 07:00 WIB

Daftar kode redeem Free Fire terbaru yang dapat diklaim pemain untuk memperoleh berbagai hadiah gratis.

Game

Kode Redeem Free Fire Terbaru 21 Juni 2026

Minggu, 21 Jun 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang yang menawarkan saldo DANA sebagai hadiah bagi pengguna. ( Foto AI)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair Saldo Dana Cepat

Minggu, 21 Jun 2026 - 01:00 WIB

Bunga dahlia mekar indah dengan warna cerah di taman rumah. ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Dahlia Agar Cepat Berbunga Lebat

Minggu, 21 Jun 2026 - 00:00 WIB

Barang bukti motor kasus curanmor di Polres Kerinci. ( Foto Humas Polres)

SUNGAI PENUH

Satreskrim Polres Kerinci Tangkap Residivis Pelaku Curanmor

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB