iNBrita.com — Bella (@steakandbuttergal) menarik perhatian publik setelah mengunggah video TikTok yang menampilkan dirinya menyantap mentega langsung dari kemasan. Ia menjelaskan bahwa pola makannya sehari-hari hanya terdiri dari daging, telur, dan lemak hewani. Untuk sarapan, Bella mengorak-arik 10 telur, kemudian makan 12 telur rebus dan tumisan daging sapi. Total konsumsi hariannya mencapai 22 telur dan satu blok mentega. Ia menjalani diet ini selama lima tahun dan merasakan tubuhnya lebih sehat. Eksim, psoriasis, jerawat kistik, kembung, kecanduan gula, kabut otak, dan kelelahan hilang.
Apa Itu Diet Karnivora?
Diet karnivora menekankan konsumsi produk hewani saja. Menu utamanya meliputi daging merah, unggas, ikan, telur, mentega, dan sumsum tulang. Diet ini menghilangkan seluruh makanan nabati, termasuk sayur, buah, kacang, dan biji-bijian. Pengikut diet minum air dan kaldu tulang, serta menghindari minuman berbasis tumbuhan. Pendukung diet percaya manusia purba banyak mengonsumsi daging dan ikan, dan bahwa konsumsi karbohidrat modern memicu penyakit kronis.
Tokoh dan Klaim Diet
Dokter ortopedi Shawn Baker mempopulerkan diet karnivora. Ia menyebut diet ini sebagai elimination diet yang menyingkirkan makanan olahan. Banyak pengikut melaporkan berat badan turun dan kondisi kesehatan membaik, termasuk obesitas, diabetes, depresi, dan kecemasan. Namun, ilmuwan menekankan bukti ilmiah untuk efek jangka panjang diet ini masih terbatas. Sebagian besar data berasal dari pengalaman pribadi dan survei mandiri.
Cerita Sukses
Patrick Ensley, teknisi HVAC dari Nebraska, menjalani diet karnivora selama setahun. Ia mengonsumsi 1 pon daging sapi, steak 16 ons, dan enam telur setiap hari. Setelah 10 bulan, lingkar perutnya berkurang 48 cm dan lingkar pinggul 32 cm. Ia merasa lebih berenergi dan stabil secara mental. Istrinya, Cait, juga mengikuti diet yang sama dan merasakan energi meningkat.
Risiko Diet Karnivora
Diet karnivora tidak selalu aman. Eve Catherine, 23 tahun dari Dallas, harus dilarikan ke rumah sakit karena batu ginjal akibat diet ini. Dokter sebelumnya sudah memperingatkan risiko protein berlebih, tetapi ia mengabaikannya. Ahli gizi menekankan bahwa diet karnivora meningkatkan risiko gangguan jantung, masalah pencernaan, dan kekurangan nutrisi penting. Mereka menyarankan agar konsumsi daging merah dan olahan tidak melebihi 70 gram per hari dan tetap memasukkan sayur, buah, dan lemak sehat.
Profesor Walter Willett dari Harvard menilai manfaat awal yang dirasakan pengikut diet karnivora muncul karena mereka berhenti mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan. Ia menekankan diet ini efektif jangka pendek, tetapi tidak sehat jangka panjang karena kekurangan serat, antioksidan, dan nutrisi yang hanya ada pada tumbuhan.
Kasus lain menunjukkan risiko kolesterol tinggi. Seorang pria berusia 40-an menaikkan kadar kolesterolnya hingga 1.000 mg/dL setelah delapan bulan diet tinggi lemak. Endapan kolesterol muncul di bawah kulit. Para ahli menekankan bahwa ketiadaan serat dapat merusak mikrobiota usus dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
(vvr)














