Diet Karnivora Viral: Manfaat dan Risiko Tersembunyi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarapan sehat di pagi hari membantu menjaga energi dan mood sebelum memulai aktivitas.

Sarapan sehat di pagi hari membantu menjaga energi dan mood sebelum memulai aktivitas.

iNBrita.com — Bella (@steakandbuttergal) menarik perhatian publik setelah mengunggah video TikTok yang menampilkan dirinya menyantap mentega langsung dari kemasan. Ia menjelaskan bahwa pola makannya sehari-hari hanya terdiri dari daging, telur, dan lemak hewani. Untuk sarapan, Bella mengorak-arik 10 telur, kemudian makan 12 telur rebus dan tumisan daging sapi. Total konsumsi hariannya mencapai 22 telur dan satu blok mentega. Ia menjalani diet ini selama lima tahun dan merasakan tubuhnya lebih sehat. Eksim, psoriasis, jerawat kistik, kembung, kecanduan gula, kabut otak, dan kelelahan hilang.

Apa Itu Diet Karnivora?

Diet karnivora menekankan konsumsi produk hewani saja. Menu utamanya meliputi daging merah, unggas, ikan, telur, mentega, dan sumsum tulang. Diet ini menghilangkan seluruh makanan nabati, termasuk sayur, buah, kacang, dan biji-bijian. Pengikut diet minum air dan kaldu tulang, serta menghindari minuman berbasis tumbuhan. Pendukung diet percaya manusia purba banyak mengonsumsi daging dan ikan, dan bahwa konsumsi karbohidrat modern memicu penyakit kronis.

Tokoh dan Klaim Diet

Dokter ortopedi Shawn Baker mempopulerkan diet karnivora. Ia menyebut diet ini sebagai elimination diet yang menyingkirkan makanan olahan. Banyak pengikut melaporkan berat badan turun dan kondisi kesehatan membaik, termasuk obesitas, diabetes, depresi, dan kecemasan. Namun, ilmuwan menekankan bukti ilmiah untuk efek jangka panjang diet ini masih terbatas. Sebagian besar data berasal dari pengalaman pribadi dan survei mandiri.

Cerita Sukses

Patrick Ensley, teknisi HVAC dari Nebraska, menjalani diet karnivora selama setahun. Ia mengonsumsi 1 pon daging sapi, steak 16 ons, dan enam telur setiap hari. Setelah 10 bulan, lingkar perutnya berkurang 48 cm dan lingkar pinggul 32 cm. Ia merasa lebih berenergi dan stabil secara mental. Istrinya, Cait, juga mengikuti diet yang sama dan merasakan energi meningkat.

Risiko Diet Karnivora

Diet karnivora tidak selalu aman. Eve Catherine, 23 tahun dari Dallas, harus dilarikan ke rumah sakit karena batu ginjal akibat diet ini. Dokter sebelumnya sudah memperingatkan risiko protein berlebih, tetapi ia mengabaikannya. Ahli gizi menekankan bahwa diet karnivora meningkatkan risiko gangguan jantung, masalah pencernaan, dan kekurangan nutrisi penting. Mereka menyarankan agar konsumsi daging merah dan olahan tidak melebihi 70 gram per hari dan tetap memasukkan sayur, buah, dan lemak sehat.

Profesor Walter Willett dari Harvard menilai manfaat awal yang dirasakan pengikut diet karnivora muncul karena mereka berhenti mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan. Ia menekankan diet ini efektif jangka pendek, tetapi tidak sehat jangka panjang karena kekurangan serat, antioksidan, dan nutrisi yang hanya ada pada tumbuhan.

Kasus lain menunjukkan risiko kolesterol tinggi. Seorang pria berusia 40-an menaikkan kadar kolesterolnya hingga 1.000 mg/dL setelah delapan bulan diet tinggi lemak. Endapan kolesterol muncul di bawah kulit. Para ahli menekankan bahwa ketiadaan serat dapat merusak mikrobiota usus dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menghadiri pelantikan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Jambi.

Jambi

Sekda Alpian Hadiri Pelantikan Dewan Hakim MTQH Jambi

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

SUNGAI PENUH

Azhar Hamzah Ajak Warga Hidup Sehat Saat HUT Sungai Penuh

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:00 WIB

Pergerakan rupiah menghadapi tekanan dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan.(Foto: Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.320

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melepas ratusan peserta Juara Run 2.0 dalam rangka HUT ke-18 Kota Sungai Penuh.(Foto : Diskominfosta Sungai Penuh

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Lepas 500 Peserta Juara Run 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB