Jakarta, iNBrita.com — Garuda Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak merekrut Khairun Nisa, wanita yang menyamar sebagai pramugari Batik Air.Pihak tidak bertanggung jawab membuat dan menyebarkan foto menggunakan teknologi artificial intelligence (AI), kata Dicky Irchamsyah, Head of Corporate Communications Garuda Indonesia.
“Kami hanya menyediakan informasi resmi terkait rekrutmen melalui situs resmi di career.garuda-indonesia.com,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
Kejadian penyamaran ini menjadi sorotan publik karena Khairun Nisa berhasil melakukan perjalanan dari Palembang ke Jakarta dengan mengenakan seragam yang mirip pramugari Batik Air. Dalam video yang beredar, ia tampak rapi dengan rambut disanggul dan seragam lengkap.
Kru Batik Air mencurigai perilakunya dan segera melaporkan kepada pihak berwenang. Polisi kemudian memeriksa wanita tersebut untuk memastikan bahwa ia bukan bagian dari awak kabin resmi maskapai manapun.
Ipda Septian dari Polres Bandara Soekarno-Hatta menjelaskan bahwa polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pramugari gadungan pada penerbangan Batik Air ID 7058 rute Palembang–Jakarta. Polisi langsung menginterogasi wanita tersebut untuk mengetahui identitas dan motif penyamaran.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak meniru tindakan serupa, karena berisiko menimbulkan masalah hukum dan mengancam keamanan penerbangan.
Garuda Indonesia menekankan pentingnya masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial .
Garuda Indonesia hanya menyampaikan informasi rekrutmen resmi melalui situs resmi perusahaan
Dengan kejadian ini, Garuda Indonesia berharap publik lebih waspada terhadap konten palsu dan informasi menyesatkan. Maskapai juga terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah tindakan yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.
(vvr)









