Harga Emas Global Diproyeksi Menguat Signifikan Tahun 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan yang mencerminkan proyeksi penguatan harga emas global pada 2026 akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Ilustrasi emas batangan yang mencerminkan proyeksi penguatan harga emas global pada 2026 akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Jakarta, iNBrita.com — Analis memperkirakan harga emas global akan kembali menguat pada 2026 seiring berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia. Sepanjang 2025, harga emas melonjak sekitar 65 persen, dan para analis memproyeksikan tren kenaikan tersebut masih akan berlanjut.

Sejumlah analis global memprediksi harga emas dunia berpeluang menembus level US$4.500–5.000 per ons. Bahkan, dalam skenario tertentu, harga emas bisa mencapai US$6.000 per ons. Jika nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.500–16.900 per dolar AS, harga emas domestik berpotensi menyentuh Rp2,9 juta per gram pada 2026.

Risiko Global dan Aksi Bank Sentral Dorong Harga Emas

Berbagai faktor utama mendorong penguatan harga emas. Ketegangan geopolitik global terus meningkat, sementara arah kebijakan ekonomi dunia masih penuh ketidakpastian. Di saat yang sama, bank sentral di berbagai negara secara aktif menambah kepemilikan emas untuk memperkuat cadangan devisa.

Selain itu, investor kembali mengandalkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) untuk melindungi portofolio dari gejolak pasar.

Baca Juga :  Tragedi Kebakaran Pademangan Renggut Empat Nyawa

Strategi Investasi Emas Masih Belum Tepat

Meski prospek emas terlihat positif, banyak masyarakat belum menerapkan strategi investasi emas secara tepat. Sebagian investor membeli emas hanya karena mengikuti tren tanpa menetapkan tujuan keuangan yang jelas. Ada pula investor yang mengincar keuntungan jangka pendek, membeli emas saat harga tinggi, lalu menjualnya ketika harga turun.

Pola tersebut justru berisiko menggerus potensi keuntungan investasi emas.

Pilih Jenis dan Gramasi Emas Sesuai Tujuan Investasi

Investor perlu mempertimbangkan jenis dan gramasi emas sebelum berinvestasi. Emas fisik dengan gramasi kecil umumnya memiliki selisih harga jual dan beli yang lebih besar. Sebaliknya, emas digital menawarkan efisiensi lebih tinggi untuk investasi bertahap dengan nominal kecil hingga menengah karena harga yang transparan dan fleksibilitas akumulasi.

Untuk investasi bernilai besar, investor disarankan memilih emas fisik dengan pecahan di atas 1 troy ounce atau sekitar 31,1 gram. Ukuran ini menjadi standar perdagangan emas internasional dan dinilai lebih optimal dari sisi biaya.

Baca Juga :  Pemerintah Umumkan Jadwal Cuti Bersama ASN 2026

Platform Digital Permudah Akses Investasi Emas

Brand Manager LAKUEMAS, Esther Napitupulu, menyatakan bahwa platform digital dapat membantu masyarakat memulai investasi emas secara bertahap dan terencana.

“Melalui platform LAKUEMAS, investor bisa mulai berinvestasi emas sejak sekarang, mulai dari emas digital hingga pengelolaan investasi emas yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujar Esther.

Emas Digital Tetap Aman dan Bernilai Jangka Panjang

Emas digital merupakan emas fisik murni 24 karat yang dicatat dan diperdagangkan secara digital. Lembaga kustodian resmi menyimpan emas tersebut sehingga investor tetap mendapatkan jaminan keamanan meskipun tidak memegang emas secara langsung.

Selain mudah diakses, emas memiliki karakteristik yang relatif stabil, likuid, dan mampu menjaga nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, emas tetap relevan sebagai salah satu instrumen investasi di tengah dinamika ekonomi global.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNDSS Tinjau IKN, Perkuat Peluang Kolaborasi Global
Idul Adha 2026 Kapan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Pemerintah Siapkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun Ini
Nasib PPPK Paruh Waktu Ditentukan Tahun 2026
Muzani Dorong Peternak Maksimalkan Peluang Idul Adha
KPK Dorong Reformasi Partai Politik Cegah Korupsi
Emas Jadi Primadona Investasi di Tengah Ketidakpastian Global
Kalender Mei 2026 Dipenuhi Libur dan Long Weekend
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

UNDSS Tinjau IKN, Perkuat Peluang Kolaborasi Global

Minggu, 26 April 2026 - 16:00 WIB

Idul Adha 2026 Kapan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Minggu, 26 April 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah Siapkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun Ini

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Nasib PPPK Paruh Waktu Ditentukan Tahun 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 16:00 WIB

Muzani Dorong Peternak Maksimalkan Peluang Idul Adha

Berita Terbaru

Sri Kartini Alfin sebagai penggagas Gerakan 3S untuk penanganan stunting dan kemiskinan.

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Penggagas Gerakan 3S Inspiratif

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB

Lifestyle, emotions and advertisement concept. Tired asian female employee wants sleep, feeling exhausted after long nish, yawning, covering opened mouth with hand, wake-up early.

Pendidikan

Mengapa Tubuh Manusia Menguap Saat Lelah

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB

Pergerakan rupiah diperkirakan fluktuatif dan berpotensi melemah dipengaruhi sentimen global dan domestik

Ekonomi

Rupiah Diprediksi Melemah di Tengah Tekanan Global Hari Ini

Senin, 27 Apr 2026 - 12:00 WIB

Pengecekan akomodasi jemaah haji Indonesia di Hotel Emaar Al Taqwa, Sektor 2 Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (25/4/2026). (Dok MCH 2026)

Travel

Ratusan Hotel Makkah Siap Fasilitasi Jemaah Haji

Senin, 27 Apr 2026 - 11:00 WIB

Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Pemkot Sungai Penuh Tekankan Sinergi Lewat Otda ke-30

Senin, 27 Apr 2026 - 10:00 WIB