Kenaikan Logam Mulia Jadi Sorotan Para Analis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Brankas emas milik Federal Reserve Bank of New York. (Dok. newyorkfed

Foto: Brankas emas milik Federal Reserve Bank of New York. (Dok. newyorkfed

Emas dan Perak Melonjak ke Level Tertinggi

Jakarta, iNBrita.com  – Harga emas dan perak kembali menembus rekor tertinggi di pasar global. Lonjakan ini memicu perdebatan di kalangan analis. Mereka mempertanyakan apakah kenaikan ini didorong oleh fundamental atau lebih karena gejolak pasar.

Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), emas spot naik lebih dari 3% dan diperdagangkan di US$5.501,18 per ons troi (sekitar Rp86,4 juta). Kontrak berjangka emas Februari menembus US$5.568,66 per ons (Rp87,4 juta).

Perak Ikut Naik Signifikan

Harga perak spot meningkat lebih dari 2% menjadi US$119,3 per ons (sekitar Rp1,87 juta). Kontrak berjangka perak AS untuk Maret melonjak hampir 5% ke US$118,73 per ons. Bahkan, harga perak sempat menembus US$117 per ons untuk pertama kali. Sepanjang 2025, perak naik lebih dari 145%, dan sejak awal tahun ini meningkat sekitar 65%.

Lonjakan Tidak Hanya Terjadi pada Emas dan Perak

Platinum, paladium, dan beberapa logam dasar juga mengalami kenaikan harga. Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, menyatakan, “Kami sudah memperkirakan kenaikan emas sejak awal tahun lalu. Lonjakan ini juga dirasakan oleh logam mulia lain, logam dasar, dan mineral langka.”

Baca Juga :  Survei Publik Tunjukkan Kepuasan Tinggi Kinerja Kementan

Faktor di Balik Kenaikan Harga

Analis melihat beberapa faktor mendorong reli harga ini:

  • Investor mencari aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik.

  • Utang pemerintah global meningkat.

  • Suku bunga dan nilai tukar berada dalam ketidakpastian.

Bank sentral yang terus membeli emas turut menopang harga. Perak mendapat tambahan dorongan dari permintaan industri, termasuk sektor tenaga surya dan elektronik.

Kekhawatiran Volatilitas

Banyak analis menilai harga lebih dipengaruhi arus likuiditas global dibandingkan penawaran dan permintaan fisik. Nicky Shiels dari MKS PAMP mengatakan, “Pasar logam mulia kini kacau karena volatilitasnya belum pernah terjadi sebelumnya.”

Baca Juga :  Iran Tegas Tolak Tuntutan Nuklir Amerika Serikat

Maximilian Tomei, CEO Galena Asset Management, menambahkan bahwa kenaikan harga ini tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental. “Lonjakan harga lebih dipicu pelemahan mata uang daripada perubahan permintaan fisik,” ujarnya.

Tomei juga menyoroti kelebihan likuiditas global. Ketika aset lain terlalu mahal, dana beralih ke emas dan perak sebagai tempat aman untuk menyimpan modal. Ini terjadi bukan karena perubahan pasokan atau permintaan fisik.

Guy Wolf dari Marex menekankan bahwa pasar perak dan platinum yang kecil lebih rentan terhadap arus modal spekulatif. Keterbatasan produksi membuat pasokan fisik sulit mengejar permintaan, sehingga risiko koreksi meningkat saat likuiditas berkurang.

Pandangan Analis Lain

Meski demikian, beberapa analis tidak melihat pasar sepenuhnya rusak. Gautam Varma dari V2 Ventures menilai lonjakan ini menunjukkan besarnya modal spekulatif masuk ke pasar. “Modal ini hadir bukan semata karena permintaan dan penawaran fundamental,” katanya (tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Indonesia Runner-up IFA7 World Championship 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:00 WIB

Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur

Berita Terbaru

Subaru Sambar Van. Foto: Carscoops

Teknologi

Harga Subaru Sambar Van 2026 Mulai Rp128 Juta

Minggu, 14 Jun 2026 - 20:09 WIB

Ilustrasi galon air minum dalam kemasan.(SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOS)

Ekonomi

Kelas Menengah RI Turun Kasta, Ini Penyebabnya.

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:00 WIB

RSUD Mayjen HA Thalib Kota Sungai Penuh menjadi pusat pelaksanaan operasi katarak gratis dalam Bakti Sosial Terintegrasi Kemensos RI. ( Foto dok RSUD Mayjen HA Thalib Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH

RSUD Mayjen HA Thalib Layani Operasi Katarak Gratis Kemensos

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh menyerahkan bantuan kepada masyarakat pada Bakti Sosial Terintegrasi Kemensos RI.

SUNGAI PENUH

Pemkot Sungai Penuh Dukung Program Sosial Kemensos RI

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:00 WIB

Fitur Cuan VCGamers. Foto: dokumentasi VCGamers

Teknologi

Fitur Cuan VCGamers Bantu Pengguna Raih Saldo Digital

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:09 WIB