Jakarta, iNBrita.com – Prancis dan Kanada secara resmi membuka kantor konsulat di Nuuk, ibu kota Greenland. Langkah ini mempertegas sikap kedua negara yang menolak rencana Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menguasai wilayah Greenland.
Kanada dan Prancis meresmikan pembukaan konsulat tersebut pada Jumat (6/2) waktu setempat. Kedua negara membuka kantor diplomatik itu sebagai bentuk dukungan langsung kepada pemerintah dan masyarakat Greenland.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menegaskan arti penting pembukaan konsulat tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai momen bersejarah bagi Kanada.
“Ini adalah hari yang sangat penting bagi kami sebagai sebuah negara karena kami membuka konsulat Kanada di Nuuk, Greenland,” ujar Anand, seperti dikutip AFP, Sabtu (7/2/2026).
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya telah mengumumkan rencana pembukaan konsulat saat kunjungannya ke Nuuk yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Dalam kunjungan itu, Macron menyampaikan solidaritas Eropa kepada Greenland sekaligus mengkritik ambisi Presiden AS Donald Trump.
Prancis menunjuk Jean-Noel Poirier sebagai Konsul di Greenland. Sebelumnya, Poirier menjabat sebagai Duta Besar Prancis untuk Vietnam.
Poirier menegaskan bahwa tugas utamanya adalah mendengarkan langsung aspirasi warga Greenland. Ia juga menekankan komitmen Prancis untuk memberikan dukungan sesuai keinginan Greenland dan Denmark.
“Agenda pertama kami adalah mendengarkan masyarakat Greenland, memahami posisi mereka secara menyeluruh, dan menegaskan dukungan kami kepada mereka,” kata Poirier kepada AFP sebelum berangkat dari Kopenhagen menuju Nuuk.
Greenland telah membangun hubungan diplomatik dengan Uni Eropa sejak 1992, dengan Amerika Serikat sejak 2014, dan dengan Islandia sejak 2017.
Islandia membuka konsulat di Nuuk pada 2013. Amerika Serikat, yang pernah memiliki konsulat di ibu kota Greenland pada periode 1940–1953, kembali membuka misinya pada 2020. Sementara itu, Komisi Eropa mulai membuka kantor perwakilan di Nuuk pada 2024.
(Tim*)














