10 Pantangan Imlek Tahun Kuda Api

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pernak-pernik imlek yang dijual di kawasan Pecinaan Golodok, Jakarta, Senin (26/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Foto: Pernak-pernik imlek yang dijual di kawasan Pecinaan Golodok, Jakarta, Senin (26/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, iNBrita.com  – Tahun Baru Imlek tahun ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa. Masyarakat merayakan momen ini bukan sekadar mengganti tahun, melainkan juga membuka awal energi baru yang mereka yakini akan memengaruhi perjalanan hingga Imlek berikutnya.

Dalam astrologi China, masyarakat memaknai shio kuda sebagai simbol gerak cepat, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Ketika unsur api menyertainya, banyak orang meyakini karakter tersebut menjadi semakin kuat—penuh ambisi, percaya diri, dan dorongan besar untuk meraih tujuan. Namun, kombinasi ini juga bisa mendorong seseorang bertindak terburu-buru dan mengambil keputusan impulsif jika tidak berhati-hati.

Makna Tahun Kuda Api

Tahun Kuda Api diyakini membawa dinamika tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak orang memanfaatkan momentum ini untuk berani mengambil peluang baru. Meski demikian, mereka juga diingatkan agar tetap mengendalikan emosi dan mempertimbangkan setiap keputusan dengan matang.

Selain merayakan kebersamaan keluarga dan berbagi angpao, masyarakat juga menjaga berbagai pantangan saat Imlek. Mereka menjaga berbagai pantangan untuk mempertahankan energi positif di awal tahun sekaligus menghindari hal-hal yang mereka anggap dapat mengurangi keberuntungan.

Pantangan Soal Keuangan

  1. Menagih atau meminjam uang
    Banyak orang menunda urusan utang piutang karena ingin memulai tahun dengan hati tenang. Mereka percaya aktivitas menagih atau meminjam uang dapat membawa beban finansial sepanjang tahun.

Menjaga Ucapan dan Emosi

  1. Mengucapkan kata-kata negatif
    Masyarakat menghindari ucapan bernada buruk seperti sakit, kematian, atau kemiskinan. Mereka memilih menyampaikan doa dan kata-kata positif demi membuka tahun dengan harapan cerah.

  2. Bertengkar atau menangis
    Keluarga berusaha menjaga suasana tetap damai. Mereka menyelesaikan konflik dengan kepala dingin agar tidak merusak awal tahun. Orang tua juga cenderung menenangkan anak yang menangis tanpa memarahinya.

Aturan di Dalam Rumah

  1. Menyapu dan membuang sampah
    Sebagian orang menunda kegiatan menyapu atau membuang sampah karena percaya tindakan itu dapat mengusir rezeki. Jika harus membersihkan rumah, mereka menyapu dari luar ke dalam dan menahan sampah hingga beberapa hari kemudian.

  2. Memberi angpao saat penerima masih tidur
    Orang-orang menunggu hingga penerima bangun sebelum memberikan angpao atau hadiah. Mereka menghindari membangunkan orang secara tergesa-gesa karena khawatir membawa makna kurang baik.

  3. Minum obat tanpa kebutuhan mendesak
    Sebagian masyarakat menunda konsumsi obat jika tidak dalam kondisi mendesak. Mereka percaya tindakan itu bisa melambangkan sakit berkepanjangan, meski tetap mengutamakan kesehatan bila memang diperlukan.

Pantangan Terkait Makanan dan Kunjungan

  1. Makan bubur
    Banyak keluarga tidak menyajikan bubur pada hari pertama Imlek. Mereka menganggap hidangan tersebut kurang melambangkan kemakmuran.

  2. Mengunjungi keluarga istri di hari pertama
    Dalam tradisi lama, pasangan yang telah menikah merayakan hari pertama bersama keluarga suami. Mereka biasanya mengunjungi keluarga pihak istri pada hari kedua.

Benda yang Sebaiknya Dihindari

  1. Menggunakan benda tajam
    Sebagian orang menunda penggunaan gunting, pisau, atau jarum. Mereka juga tidak memotong rambut pada hari pertama karena percaya benda tajam dapat “memotong” keberuntungan.

  2. Memberi hadiah tertentu seperti jam atau payung
    Saat berkunjung, tamu memilih buah tangan dengan hati-hati. Mereka menghindari memberikan jam atau payung karena mengaitkannya dengan makna simbolis yang kurang baik.

Meski tidak semua orang mempraktikkan pantangan tersebut, banyak keluarga tetap melestarikannya sebagai bagian dari tradisi. Mereka menjadikan kebiasaan ini sebagai cara menjaga harmoni dan menumbuhkan harapan baik di awal tahun baru.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB

Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.

Nasional

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi peringatan vitamin anak palsu yang beredar online.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Jumat, 23 Okt 2026 - 02:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Uncategorized

Prabowo Dorong Pemerataan Kekayaan Ekonomi Indonesia

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Puppy Merge, game penghasil uang dengan klaim saldo DANA.

Teknologi

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB