Warga Dilarang Sebar Video Serangan Rudal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem pertahanan udara mencegat rudal balistik di langit kawasan Timur Tengah, sementara pemerintah setempat melarang warga merekam dan menyebarkan video serangan.

Sistem pertahanan udara mencegat rudal balistik di langit kawasan Timur Tengah, sementara pemerintah setempat melarang warga merekam dan menyebarkan video serangan.

Jakarta, iNBrita.comInfluencer dan turis kini memenuhi media sosial dengan unggahan rekaman momen pencegatan rudal balistik di langit Timur Tengah. Otoritas keamanan di kawasan tersebut langsung memperingatkan masyarakat bahwa siapa pun yang membagikan video itu bisa menghadapi konsekuensi hukum serius.

Pemerintah Perketat Pengawasan Digital

Pemerintah di sejumlah negara Teluk memperketat pengawasan konten digital demi menjaga keamanan nasional dan mencegah penyebaran hoaks. Mereka meminta warga tidak sembarangan mengunggah foto atau video terkait situasi serangan.

Otoritas menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi kepentingan negara, bukan membatasi kebebasan berekspresi semata.

Dua Risiko Besar dari Unggahan Warga

Otoritas keamanan mengidentifikasi dua ancaman utama dari rekaman warga sipil.

1. Membocorkan Posisi Militer
Video pencegatan rudal berpotensi mengungkap lokasi sistem pertahanan udara seperti Iron Dome atau Patriot. Musuh dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai data intelijen penting untuk merancang serangan berikutnya.

Baca Juga :  Agen Imigrasi AS Tembak Warga AS Minneapolis

2. Membantu Evaluasi Serangan Lawan
Rekaman ledakan di darat memungkinkan pihak lawan menganalisis titik serangan yang berhasil menembus pertahanan. Dari situ, mereka bisa meningkatkan akurasi serangan selanjutnya.

Aparat mulai menerapkan penegakan hukum terhadap pelanggar.

Media Eropa, termasuk Euronews, melaporkan bahwa pemerintah Ukraina menerapkan aturan ketat serupa selama invasi Rusia demi menjaga kerahasiaan operasi militer.

Di kawasan Teluk, aparat di Bahrain menangkap dua orang pada Sabtu (28/2) karena menyiarkan langsung situasi serangan.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain menegaskan bahwa mereka akan menindak dan meminta pertanggungjawaban hukum siapa pun yang merekam atau menyebarkan video dari lokasi kejadian karena tindakan tersebut mengancam ketertiban umum.

Otoritas di Kuwait juga melarang warga merekam aktivitas petugas keamanan yang sedang bertugas untuk mencegah kepanikan publik dan penyebaran informasi tidak akurat.

Baca Juga :  Jakarta Terendam Banjir, Puluhan RT dan Jalan Tergenang

Sementara itu, kantor media pemerintah di Qatar dan Dubai meminta warga tidak menyebarkan rumor atau foto kerusakan pascaserangan agar terhindar dari jeratan hukum.

Ikuti Kanal Resmi Pemerintah

Pemerintah negara-negara Timur Tengah mengimbau masyarakat agar hanya mempercayai dan membagikan informasi dari kanal resmi guna mencegah disinformasi. Beberapa akun yang direkomendasikan antara lain:

  • Bahrain: @moi_bahrain

  • Uni Emirat Arab: @DXBMediaOffice / @ADMediaOffice

  • Qatar: @MOI_QatarEn

  • Kuwait: @Moi_kuw

  • Yordania: @moi_jor

  • Arab Saudi: @MOISaudiArabia

WNI Diminta Lapor Diri

Pemerintah juga menyarankan warga negara asing, termasuk WNI yang berada di kawasan tersebut, untuk segera melapor diri ke kedutaan besar setempat. Langkah ini membantu mereka memperoleh pembaruan situasi keamanan langsung dari sumber resmi dan terpercaya.

(VVR*)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Berita Terbaru

Warga berkumpul di tenda pengungsian pascagempa.(Foto : ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)

Nasional

Jalan NTT Pulih, Listrik Kembali Normal Pascagempa

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas kembali menjadi perhatian masyarakat pada Minggu, 16 Agustus 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek Raja Emas

Minggu, 16 Agu 2026 - 18:00 WIB

Wakil Ketua I DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal menghadiri anjangsana HUT ke-81 RI sekaligus mendukung penyaluran bantuan sosial kepada panti asuhan.

SUNGAI PENUH

Hardizal Hadiri Anjangsana, Semarakkan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agu 2026 - 12:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Bupati Kerinci Monadi dan Forkopimda mengikuti Renungan Suci HUT ke-81 RI di TMP Bhakti Semumu, Minggu (16/8/2026).

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Hadiri Renungan Suci HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa menghadiri pengukuhan Paskibraka Kota Sungai Penuh Tahun 2026 di Gedung Nasional, Sabtu (15/8/2026).

SUNGAI PENUH

Hutri Randa Beri Motivasi Paskibraka Sungai Penuh 2026

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:00 WIB