Home / Internasional

Senin, 9 Maret 2026 - 21:00 WIB

Diplomasi Upayakan Dua Kapal Pertamina Keluar Hormuz

Dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping masih berada di Selat Hormuz, pemerintah menempuh jalur diplomasi untuk mengupayakan keluarnya kapal tersebut.

Dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping masih berada di Selat Hormuz, pemerintah menempuh jalur diplomasi untuk mengupayakan keluarnya kapal tersebut.

Jakarta, iNBrita,comPT Pertamina (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru terkait dua kapal tanker milik anak usahanya, PT Pertamina International Shipping, yang saat ini masih berada di Selat Hormuz.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan perusahaan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah mengenai kondisi kedua kapal tersebut.

“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah. Kami juga saling memberikan pembaruan informasi. Saat ini kami masih memonitor perkembangan situasi dan memastikan semuanya tetap dalam pengawasan,” kata Arya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Arya berharap kedua kapal tanker beserta seluruh kru dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat. Pertamina, kata dia, terus berupaya agar kapal dan para kru bisa pulang dengan aman.

Baca juga :   Manfaat Air Kelapa dan Cara Minum Optimal

“Kami sangat berharap keselamatan aset dan para pekerja kami di sana. Kami terus memantau kondisi mereka dan berusaha melakukan yang terbaik,” ujar Arya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menanggapi situasi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang berada di Selat Hormuz.

Bahlil mengatakan pemerintah saat ini menempuh jalur diplomasi agar kedua kapal tersebut bisa keluar dari wilayah tersebut.

“Kami sedang melakukan upaya diplomasi agar ada solusi terbaik sehingga kapal-kapal itu bisa keluar,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca juga :   Ketegangan Kanada-AS Meningkat di Forum Davos

Bahlil juga menjelaskan kemungkinan terburuk jika kapal tersebut tidak bisa keluar dari Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi itu berpotensi mengganggu pasokan minyak Indonesia.

Namun pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi. Pemerintah mencari sumber pasokan minyak mentah dari wilayah lain di luar Selat Hormuz.

“Jika kapal itu tidak bisa keluar, kami sudah menyiapkan alternatif dengan mencari sumber crude dari tempat lain, dan kami sudah mendapatkannya. Jadi ini bukan sesuatu yang sangat krusial,” jelas Bahlil.

(VVR*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Warga Iran menghadiri pemakaman korban serangan AS dan Israel di Teheran.

Internasional

AS dan Israel Serang Iran, Ribuan Warga Tewas
Masoud Pezeshkian berbicara dalam sebuah pertemuan resmi di Iran.

Internasional

Presiden Iran Minta Dialog Saat Pedagang Protes Ekonomi
Remaja Malaysia menggunakan ponsel saat pemerintah menerapkan batas usia media sosial.

Internasional

Malaysia Larang Remaja 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Donald Trump berbicara di depan mikrofon dengan latar belakang biru.

Internasional

Tenggat Baru Trump terkait Konflik Ukraina–Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara di podium saat pidato resmi

Internasional

Zelenskyy Siap Bertemu Putin Bahas Perdamaian Ukraina
Kapal pengangkut ternak Spiridon II membawa ribuan sapi asal Uruguay terombang-ambing di lepas pantai Bandirma, Turki.

Internasional

Turki Tolak 3.000 Sapi Uruguay, Kapal Terombang-ambing

Internasional

24 Mei, Hari Perempuan Dunia untuk Perdamaian
Warga Iran melakukan aksi protes menentang pemerintah di jalanan Teheran

Internasional

Protes Iran Memanas, Ratusan Tewas Akibat Penindakan Aparat