Jakarta, iNBrita.com – Korea Selatan menghadapi ancaman serius terhadap ketersediaan produk plastik, khususnya kantong plastik, seiring terganggunya pasokan bahan baku global. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu gangguan distribusi naphtha, bahan utama dalam industri petrokimia.
Federasi Koperasi Industri Plastik Korea mengungkapkan bahwa pelaku industri mulai merasakan dampak gangguan rantai pasok secara luas. Hambatan logistik internasional memaksa perusahaan pemasok menyesuaikan jadwal serta volume pengiriman bahan baku ke berbagai pabrik di dalam negeri.
Berdasarkan survei terhadap 37 perusahaan, sebanyak 71% responden menyatakan mereka telah menerima pemberitahuan terkait kemungkinan pengurangan hingga penghentian sementara pasokan resin sintetis. Kondisi ini menekan proses produksi di berbagai sektor industri.
Pelaku industri juga menghadapi lonjakan biaya produksi. Sebanyak 92% perusahaan mengaku telah menerima pemberitahuan kenaikan harga bahan baku dari pemasok, sehingga meningkatkan beban operasional mereka.
Sebagai informasi, naphtha merupakan turunan minyak bumi yang berperan penting dalam pembuatan berbagai produk plastik dan vinil. Industri memanfaatkan bahan ini untuk memproduksi berbagai kebutuhan sehari-hari seperti kantong sampah, kemasan makanan, hingga botol plastik jenis PET.
Ketidakpastian di tingkat industri mendorong reaksi langsung dari masyarakat. Kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan membuat sebagian warga Korea Selatan membeli dan menimbun produk plastik, terutama kantong sampah, dalam jumlah besar.
(eny)









