Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, Iran. Kesepakatan damai dengan AS membuka peluang masuknya investasi swasta Rp5.000 triliun untuk rekonstruksi pascaperang. (Foto: Reuters)

Teheran, Iran. Kesepakatan damai dengan AS membuka peluang masuknya investasi swasta Rp5.000 triliun untuk rekonstruksi pascaperang. (Foto: Reuters)

AS dan Iran Siapkan Investasi Rp5.000 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi Pascaperang

Teheran, iNBrita.com  — Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai yang mencakup komitmen investasi swasta senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun. Melalui kesepakatan tersebut, kedua pihak ingin mempercepat pemulihan ekonomi Iran setelah konflik yang berlangsung sejak Februari lalu.

Menurut sumber yang terlibat dalam proses negosiasi, AS dan Iran menjadwalkan penandatanganan resmi kesepakatan itu di Swiss pada Jumat (19/6). Selain itu, sumber tersebut mengungkapkan bahwa para investor telah mengamankan lebih dari setengah nilai pendanaan yang dijanjikan.

Investasi Swasta Jadi Motor Pemulihan

Lebih lanjut, para pihak tidak merancang skema ini sebagai bantuan pemerintah maupun pembayaran ganti rugi perang. Sebaliknya, investor swasta akan menyediakan seluruh dana dan mengarahkannya ke berbagai sektor strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Iran.

Baca Juga :  Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

Perusahaan-perusahaan dari AS, kawasan Teluk, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi. Nantinya, mereka akan menanamkan modal di sektor energi, manufaktur, logistik, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.

Iran Sempat Ajukan Kompensasi Perang

Di sisi lain, Teheran sempat meminta kompensasi perang senilai US$400 miliar kepada Washington. Namun, pemerintah AS menolak permintaan tersebut. Sebagai alternatif, kedua negara kemudian menyusun konsep Dana Rekonstruksi dan Pembangunan sebagai wadah investasi pemulihan.

Melalui skema tersebut, investor dapat menyalurkan dana dalam bentuk jaminan pinjaman, fasilitas kredit, maupun pembiayaan langsung. Misalnya, mereka dapat mendukung pembangunan kembali kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, dan berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat konflik.

Baca Juga :  Indonesia Dukung Korea Selatan Jadi Mitra Strategis ASEAN

Dana Dibentuk Setelah Kesepakatan Final

Sementara itu, sumber terkait menegaskan bahwa AS dan Iran membahas program investasi ini secara terpisah dari negosiasi pencabutan sanksi AS maupun upaya pencairan aset-aset Iran yang masih dibekukan di luar negeri.

Adapun kedua negara baru akan membentuk dana tersebut setelah mereka menandatangani kesepakatan final. Selanjutnya, selama 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), administrator dana akan bekerja sama dengan investor dan pemangku kepentingan di Iran untuk menyusun rencana serta menentukan prioritas proyek.

Pada akhirnya, AS dan Iran berharap skema investasi ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi, membangun kembali infrastruktur yang terdampak perang, serta menarik arus investasi internasional ke Iran setelah berakhirnya konflik.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia
Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Berita Terbaru

Teheran, Iran. Kesepakatan damai dengan AS membuka peluang masuknya investasi swasta Rp5.000 triliun untuk rekonstruksi pascaperang. (Foto: Reuters)

Internasional

Fantastis, Iran Dapat Dana Rekonstruksi Rp5.000 Triliun

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin melepas ribuan peserta Pawai Obor 1 Muharam 1448 H di Sungai Penuh. ( Foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qurani Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:00 WIB