Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

Pemerintah Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Ini Dampaknya

Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah menetapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Aturan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang pelindungan anak di ruang digital ini mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.

Pada tahap awal, kebijakan ini menyasar delapan platform, yakni YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox. Langkah tersebut bertujuan melindungi anak dari kecanduan, paparan konten berbahaya, serta dampak negatif penggunaan digital berlebih.

Kebijakan ini sejalan dengan tren global. Di Amerika Serikat, pengadilan Los Angeles menjatuhkan denda kepada Meta dan Google karena dinilai lalai melindungi pengguna muda dari desain platform yang memicu ketergantungan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut tantangan di Indonesia jauh lebih besar karena jumlah anak mencapai sekitar 70 juta jiwa untuk kelompok usia di bawah 16 tahun.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026

Sejumlah platform mulai beradaptasi. X menetapkan batas usia minimal 16 tahun, sementara TikTok memperkuat fitur pengawasan seperti Family Pairing serta memblokir akun pengguna di bawah 13 tahun.

Penggunaan Berlebih Picu Risiko Kesehatan

Ahli endokrinologi anak, Prof. Aman Bhakti Pulungan, menegaskan bahwa aktivitas digital berlebihan dapat memicu sindrom metabolik, yang mencakup obesitas, hipertensi, gangguan gula darah, dan kolesterol tinggi.

Durasi layar yang tinggi mendorong gaya hidup kurang aktif. Kondisi ini meningkatkan penumpukan lemak, menurunkan hormon pelindung metabolisme, serta memicu resistensi insulin yang berujung pada tekanan darah tinggi.

Kebiasaan tersebut juga kerap disertai konsumsi makanan tidak sehat, seperti junk food, makanan olahan, dan minuman manis. Pola ini memperburuk kondisi tubuh hingga memicu obesitas.

Paparan layar turut mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru dan rasa takut tertinggal (FOMO) membuat anak begadang, sehingga hormon lapar dan kenyang menjadi tidak seimbang.

Baca Juga :  BPOM Ungkap 26 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

Orang Tua Jadi Kunci Pengawasan

Prof. Aman menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah risiko tersebut. Selain mengawasi, orang tua juga perlu memberi contoh pola hidup sehat.

Pengaturan durasi dan kualitas penggunaan gadget menjadi langkah utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan waktu layar anak tidak lebih dari dua jam per hari.

Selain itu, orang tua perlu mendorong aktivitas fisik, menjaga pola makan, serta mengatur waktu istirahat. Komunikasi terbuka juga penting agar anak memahami risiko dunia digital, termasuk perundungan siber.

Dorong Generasi Lebih Sehat

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes, sekaligus menjaga kesehatan mental generasi muda.

Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

Seperti disampaikan Prof. Aman, anak mungkin tidak mengingat perangkat terbaik yang diberikan, tetapi akan selalu mengingat waktu dan perhatian dari orang tua.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang
Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit
Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes
Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya
8 Minuman Pagi Berbahaya yang Wajib Anda Hindari
Waspadai Lima Makanan Pemicu Hipertensi dan Stroke
BPOM Pastikan Terapi Nikotin Aman untuk Berhenti Merokok
Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Muncul di Kaki
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 03:00 WIB

Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:00 WIB

Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:00 WIB

8 Minuman Pagi Berbahaya yang Wajib Anda Hindari

Berita Terbaru

Harga emas Pegadaian hari ini untuk produk UBS dan Galeri 24. (Dok. Pegadaian)

Ekonomi

Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sebelum Membeli

Senin, 15 Jun 2026 - 13:15 WIB

Ilustrasi berdoa. Foto: Freepik/jcomp

Khasanah

Bacaan Doa Akhir Tahun Islam Arab Latin Artinya

Senin, 15 Jun 2026 - 04:00 WIB

Skoliosis bukan sekadar masalah postur. Kenali gejalanya sejak dini untuk mencegah risiko yang lebih serius.(dok. MAGNIFIC/jcomp)

Kesehatan

Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

Senin, 15 Jun 2026 - 03:00 WIB

Tampilan San Francisco Bay Arena, nama sementara Levi's Stadium selama Piala Dunia 2026, di Santa Clara, California, AS, pada 7 Juni 2026. (AFP/Josh Edelson)

Internasional

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 02:00 WIB

Bunga ageratum biru mekar di taman ( Foto Pexels)

Pendidikan

Tips Menanam Bunga Ageratum di Pekarangan Rumah Sehat

Senin, 15 Jun 2026 - 00:00 WIB