iNBrita.com — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran siap menyetujui gencatan senjata jika pihak lawan menghentikan seluruh serangan. Ia juga menyatakan bahwa Iran akan membuka jalur pelayaran aman di Selat Hormuz selama dua minggu dengan koordinasi militer dan mempertimbangkan kendala teknis.
Trump Tawarkan Gencatan Senjata Dua Arah
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana gencatan senjata dua arah selama dua minggu. Ia menyatakan siap menghentikan serangan terhadap Iran dengan syarat Teheran segera membuka Selat Hormuz secara menyeluruh, aman, dan tanpa hambatan.
Trump menilai langkah ini tepat karena Amerika Serikat telah mencapai target militernya. Ia juga mengklaim bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan damai jangka panjang di Timur Tengah. Menurutnya, sepuluh poin syarat dari Iran dapat menjadi dasar kuat untuk negosiasi lanjutan.
Israel Tetap Lanjutkan Operasi di Lebanon
Pemerintah Israel mendukung keputusan tersebut, tetapi menegaskan bahwa kesepakatan tidak mencakup konflik di Lebanon. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memastikan militer tetap melanjutkan operasi terhadap Hizbullah.
Pasukan Israel menghentikan serangan ke Iran sesuai arahan politik, tetapi tetap menjalankan operasi darat dan udara di Lebanon. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk merespons jika terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan.
Iran Ajukan 10 Syarat Utama
Iran mengajukan sepuluh syarat penting dalam proposal gencatan senjata. Pemerintah Iran menuntut penghentian total konflik di kawasan, pencabutan sanksi, serta pembebasan aset yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
Selain itu, Iran meminta jaminan keamanan navigasi di Selat Hormuz dan pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang. Iran juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir jika semua syarat disepakati.
Pakistan Jadi Mediator Kunci
Pakistan mengambil peran penting sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Shehbaz Sharif aktif menjembatani komunikasi kedua pihak.
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga terlibat dalam upaya meredakan ketegangan. Pakistan menyampaikan pesan diplomatik secara intens dalam beberapa pekan terakhir untuk mendorong tercapainya kesepakatan.
Harga Minyak Turun, Pasar Merespons Positif
Pasar global langsung merespons pengumuman gencatan senjata. Harga minyak mentah turun tajam setelah muncul harapan meredanya konflik di kawasan Teluk.
Para analis menilai penurunan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal. Meski begitu, mereka memperkirakan harga minyak belum akan kembali ke مستوى sebelum konflik dalam waktu dekat.
Dua Pekan Penentu Nasib Perdamaian
Kedua pihak masih menghadapi krisis kepercayaan, terutama terkait isu pengayaan uranium dan kendali Selat Hormuz. Perundingan lanjutan akan berlangsung di Islamabad untuk memfinalisasi kesepakatan.
Dua pekan ke depan menjadi fase krusial. Keputusan yang diambil dalam periode ini akan menentukan apakah kawasan Timur Tengah bergerak menuju stabilitas atau kembali memanas.














