FOMO dan Percaloan Dorong Kenaikan Harga Emas Antam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat membeli emas Antam saat harga melonjak dipicu fenomena FOMO dan praktik percaloan di pasar.

Masyarakat membeli emas Antam saat harga melonjak dipicu fenomena FOMO dan praktik percaloan di pasar.

Jakarta, iNBrita.comPT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengakui bahwa fenomena fear of missing out (FOMO) dan praktik percaloan mendorong lonjakan harga emas hingga 150 persen di pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Tren Kenaikan Harga Emas Jangka Panjang

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa harga emas sebenarnya sudah mengalami kenaikan dalam tren jangka panjang. Dalam lima tahun terakhir, harga emas naik sekitar 150 persen. Sementara dalam dua tahun terakhir, kenaikannya mencapai sekitar 50 persen.

“Kalau kita lihat lima tahun terakhir, harga emas naik kurang lebih 150 persen. Tren ini mulai menguat sejak periode Covid. Dalam dua tahun terakhir, kenaikannya juga signifikan, sekitar 50 persen,” ujar Handi dalam News Hour CNN TV, Jumat (10/4).

FOMO dan Spekulasi Dorong Permintaan

Handi menilai narasi yang menyebut harga emas Antam “digoreng” tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan kombinasi antara meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan perilaku FOMO.

Ia menyebut banyak masyarakat membeli emas secara agresif karena takut ketinggalan momentum kenaikan harga. Perilaku ini kemudian memicu unsur spekulasi di pasar.

Perbedaan Harga Pasar Primer dan Sekunder

Handi menegaskan bahwa Antam hanya mengendalikan harga di pasar primer, yaitu harga resmi yang perusahaan umumkan setiap hari melalui situs resmi. Sementara itu, pihak lain menentukan harga di pasar sekunder di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan.

Waspadai Selisih Harga dan Praktik Percaloan

Karena itu, Handi mengingatkan masyarakat agar tidak membeli emas jika selisih harga dengan harga resmi Antam terlalu tinggi. Ia menilai selisih harga sebesar 10 hingga 30 persen sebagai indikasi kuat adanya praktik percaloan.

“Kami selalu mengedukasi masyarakat agar tidak FOMO. Jika selisih harga dengan harga resmi mencapai 10, 20, hingga 30 persen, sebaiknya tidak perlu membeli. Lebih baik menunggu harga yang wajar karena itu jelas praktik percaloan yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Pergerakan Harga Ikuti Pasar Global

Di sisi lain, Handi memastikan bahwa pergerakan harga emas Antam hampir sepenuhnya mengikuti harga emas dunia. Ia menyebut sekitar 99,99 persen pergerakan harga menunjukkan korelasi yang kuat.

Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi tertentu dapat memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek, seperti saat periode Lebaran.

Emas Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Menurutnya, emas tetap menjadi instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam merespons sentimen jangka pendek agar tidak salah mengambil keputusan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal
Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online
Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi
Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Berita Terbaru

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB