Palopo, iNBrita.com — Imam masjid bernama Ahmad (62) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal setelah ia menegur anak-anak yang bermain pengeras suara di dalam masjid. Akibat kejadian itu, korban menderita luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit. Anak korban, Harun, menjelaskan bahwa para pelaku melukai ayahnya di pelipis dan menimbulkan benjolan di dahi.
Peristiwa pengeroyokan imam masjid itu terjadi di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, pada Rabu (29/4) sore. Harun mengatakan bahwa ayahnya menegur sekelompok anak yang bermain di dalam masjid menjelang salat Asar. Ia juga menyebut anak-anak itu sempat menggunakan mikrofon dan mengumandangkan azan secara tidak semestinya.
Harun menambahkan bahwa anak-anak tersebut sebelumnya sering membuat keributan di area masjid dan merusak fasilitas meskipun warga sudah berulang kali menegur mereka.
Setelah memimpin salat Asar, Ahmad keluar dari masjid. Saat itu, sejumlah orang langsung menghadangnya di depan masjid. Para pelaku kemudian memukuli Ahmad secara bersama-sama hingga ia terjatuh dan mengalami luka di beberapa bagian wajah.
Berdasarkan keterangan korban, Harun menyebut tiga orang pria dewasa terlibat langsung dalam pengeroyokan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa saksi melihat para pelaku memukul korban dari belakang ketika korban sudah terjatuh.. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus itu untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
(eny)









