Perjalanan Vanilla Hijab dari Nol Jadi Brand Sukses

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atina Maulina dan Intan Kusuma Fauzia, pendiri Vanilla Hijab, mengembangkan bisnis modest fashion dari usaha kecil hingga dikenal luas.

Atina Maulina dan Intan Kusuma Fauzia, pendiri Vanilla Hijab, mengembangkan bisnis modest fashion dari usaha kecil hingga dikenal luas.

Jakarta, iNBrita.com — Di Indonesia, para hijabers sudah sangat mengenal Vanilla Hijab. Brand ini menghadirkan ciri khas berupa warna pastel lembut, sentuhan feminin, dan motif floral yang anggun. Tak heran, Vanilla Hijab berhasil merebut hati para pecinta modest fashion.

Namun, Atina Maulina sebagai founder dan Intan Kusuma Fauzia sebagai CEO tidak memulai Vanilla Hijab dari rencana bisnis besar. Mereka justru membangun brand ini dari situasi penuh ketidakpastian.

Melalui program Kartini di Cartini, Wolipop mengangkat kisah inspiratif Intan Kusuma Fauzia. Ia menceritakan bagaimana Vanilla Hijab tumbuh hingga memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut di Instagram.

Berawal dari Ujian Hidup

Perjalanan ini bermula dari ujian berat yang dialami Atina. Saat masih kuliah di jurusan Teknik Perminyakan ITB, kondisi kesehatannya memaksanya menjalani pengobatan intensif di Jakarta. Ia pun harus menunda kuliah dan meninggalkan Bandung.

Dalam situasi tersebut, Atina mulai memikirkan langkah baru. Ia berdiskusi dengan Intan tentang peluang usaha. Melihat tren hijab yang sedang naik pada 2013 dan perkembangan media sosial saat itu, mereka memutuskan untuk mulai berjualan hijab.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Januari 2026

Belajar Bisnis dari Nol

Di awal perjalanan, mereka menjalankan semuanya sendiri. Mereka mencari bahan ke Pasar Mayestik, memotret produk untuk sistem pre-order, hingga belajar menjahit dari nol dengan bantuan penjahit lokal.

Mereka juga menjalani rutinitas yang sangat disiplin. Setiap pagi, mereka membalas pesan pelanggan dan menyiapkan paket sejak pukul 06.00 WIB sebelum berangkat kuliah. Sepulang kuliah, mereka kembali melanjutkan proses packing hingga malam hari.

Saat mulai memproduksi hijab sendiri, mereka bekerja sama dengan penjahit di dekat rumah yang sebelumnya hanya menerima permak jeans. Bersama-sama, mereka belajar membuat hijab melalui tutorial YouTube dan berbagai referensi lain.

Titik Balik dan Perkembangan Usaha

Titik balik Vanilla Hijab terjadi ketika permintaan pasar terus meningkat. Pada 2016, mereka memutuskan untuk memproduksi hijab secara mandiri agar dapat menjaga kualitas produk.

Seiring waktu, mereka mulai merekrut penjahit khusus dan membangun konveksi sendiri. Mereka bahkan membantu mengembangkan penjahit awal mereka hingga mampu memproduksi lebih banyak koleksi. Dari yang awalnya hanya tiga orang, tim mereka terus berkembang.

Baca Juga :  Fenomena Langit Oktober 2025: Supermoon dan Hujan Meteor

Para penjahit kemudian mulai berinovasi menciptakan koleksi busana baru. Hasilnya, produk tersebut langsung mendapat sambutan hangat dan sering kali habis terjual saat peluncuran.

Strategi Bertahan: Komunitas dan Kualitas

Di tengah persaingan brand lokal yang semakin ketat, Vanilla Hijab tidak hanya fokus pada penjualan. Intan dan tim membangun bisnis berbasis komunitas. Mereka percaya bahwa menjaga hubungan dengan pelanggan lebih penting daripada sekadar mengejar transaksi.

Melalui komunitas Sister Vanilla yang tersebar di 17 kota, mereka menghubungkan para pelanggan dalam berbagai kegiatan positif, seperti kajian, arisan, hingga playdate anak.

Komitmen pada Kebermanfaatan

Selain itu, mereka juga menjaga nilai kebermanfaatan dalam setiap aktivitas bisnis. Lewat program Shopping Charity, mereka menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk kegiatan sosial, termasuk mendukung sekolah tahfidz di Papua.

Vanilla Hijab membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkembang. Dengan ketekunan, kemauan belajar, dan komitmen untuk memberi manfaat, mereka berhasil mengubah usaha yang bermula tanpa rencana menjadi brand yang menginspirasi banyak orang.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB