Kisah Nabi Idris AS: Diangkat ke Langit dan Misteri Wafatnya
Jakarta, iNBrita.com — Allah SWT menyebut Nabi Idris AS di dalam Al-Qur’an sebanyak dua kali, sehingga hal tersebut menegaskan kemuliaan dan kedudukan tinggi beliau. Selain itu, Nabi Idris AS juga tercatat sebagai nabi ketiga setelah Nabi Adam AS dan Nabi Syits AS.
Sosok Nabi Idris AS
Nabi Idris AS tumbuh sebagai sosok yang sangat cerdas, tekun, dan konsisten dalam beribadah kepada Allah SWT. Berdasarkan berbagai riwayat, beliau hidup sekitar ribuan tahun sebelum Masehi. Di samping itu, sebagian sumber menyebutkan bahwa beliau lahir di Babilonia (wilayah Irak saat ini), sementara sumber lain menyebutkan Mesir sebagai tempat beliau menetap.
Lebih lanjut, Nabi Idris AS aktif berdakwah kepada kaum Bani Qabil dan masyarakat Memphis. Oleh karena itu, beliau tidak hanya menyampaikan ajaran tauhid, tetapi juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengajarkannya kepada umatnya.
Peristiwa Diangkat ke Langit
Selanjutnya, para ulama menukil kisah bahwa Allah SWT mengangkat Nabi Idris AS ke langit sebagai bentuk kemuliaan. Dalam peristiwa tersebut, seorang malaikat membawa Nabi Idris AS naik hingga mencapai langit keempat.
Kemudian, Nabi Idris AS bertemu dengan malaikat maut di tempat itu. Setelah itu, malaikat yang menemaninya menyampaikan permintaan Nabi Idris AS kepada malaikat maut agar ajalnya ditunda.
Namun demikian, malaikat maut justru menanyakan keberadaan Nabi Idris AS. Lalu, malaikat tersebut menjawab bahwa Nabi Idris AS berada di atas punggungnya. Mendengar hal itu, malaikat maut menjelaskan bahwa Allah SWT telah memerintahkannya untuk mencabut nyawa Nabi Idris AS di langit keempat.
Akhirnya, malaikat maut mencabut nyawa Nabi Idris AS di tempat tersebut. Oleh sebab itu, sebagian ulama menafsirkan peristiwa ini sebagai makna dari firman Allah yang menyebut bahwa Nabi Idris AS diangkat ke tempat yang tinggi.
Apakah Nabi Idris AS Masih Hidup?
Di sisi lain, para ulama memiliki perbedaan pendapat dalam memahami kisah ini. Sebagian ulama berpendapat bahwa Allah SWT mengangkat Nabi Idris AS dalam keadaan hidup, kemudian mewafatkannya setelah sampai di langit.
Namun demikian, tidak terdapat dalil sahih yang menyatakan bahwa Nabi Idris AS masih hidup hingga saat ini. Oleh karena itu, mayoritas ulama menyimpulkan bahwa beliau telah wafat sebagaimana manusia dan para nabi lainnya.
Meskipun begitu, Allah SWT tetap memuliakan Nabi Idris AS dengan cara yang sangat istimewa dan penuh kehormatan.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, Allah SWT meninggikan derajat Nabi Idris AS dan menunjukkan kemuliaannya melalui peristiwa luar biasa tersebut. Selain itu, kisah ini juga menegaskan bahwa Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang beriman, taat, dan beramal saleh.
Akhirnya, meskipun terdapat perbedaan penafsiran di kalangan ulama, umat Islam tetap meyakini bahwa Nabi Idris AS merupakan sosok nabi mulia yang Allah tempatkan pada derajat yang tinggi.
(eny)









