Abdullah bin Umar: Sahabat Nabi yang Teguh Mengikuti Sunnah
Jakarta, iNBrita.com — Abdullah bin Umar merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang meneladani Nabi dengan sangat kuat, menjaga ketakwaan, dan konsisten mengikuti sunnah. Ia memiliki nama lengkap Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Al-Qurasyi Al-Adawiy yang menunjukkan garis keturunan Quraisy yang mulia.
Ia lahir dari pasangan Umar bin Khattab, khalifah kedua dalam Islam, dan Zainab binti Mazh’un. Ia tumbuh besar di lingkungan yang dekat dengan Rasulullah SAW sehingga sejak kecil ia sudah mengenal ajaran Islam secara langsung.
Kehidupan dan Perjalanan Hidup
Ibnu Umar memeluk Islam bersama ayahnya dan kemudian ikut berhijrah ke Madinah. Sejak kecil, ia menunjukkan semangat besar untuk berjihad dan selalu berusaha ikut dalam perjuangan bersama Rasulullah.
Ia meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut dalam Perang Badar dan Uhud, tetapi Rasulullah menolaknya karena usianya masih terlalu muda. Setelah itu, ia akhirnya ikut dalam Perang Khandaq dan berbagai peperangan lainnya.
Pada masa para khalifah setelah Rasulullah wafat, ia tidak mengambil jabatan pemerintahan, tetapi tetap aktif mengikuti kegiatan militer. Ia bergabung dalam pasukan Usamah pada masa Abu Bakar dan ikut dalam beberapa ekspedisi pada masa berikutnya.
Ia juga berpartisipasi dalam sejumlah peperangan besar seperti Nahawand dan pembebasan Mesir.
Ketika beberapa orang menawarkan jabatan hakim kepadanya pada masa Utsman bin Affan, ia menolaknya karena merasa belum mampu. Ia menyampaikan bahwa ia lebih memilih belajar daripada memutuskan perkara orang lain.
Saat sebagian pihak mendorongnya menjadi pemimpin, ia tetap menolak dan menyatakan tidak ingin memegang kekuasaan meskipun sedikit orang yang menentangnya.
Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, ia memilih bersikap netral dalam konflik politik. Ia tidak membaiat salah satu pihak dan lebih memilih fokus beribadah, meskipun ia juga tidak bergabung dengan kelompok yang menentang Ali.
Di kemudian hari, ia menyadari sikapnya dan menyesal karena tidak ikut bersama pihak yang ia anggap benar dalam menghadapi para penebar fitnah.
Wafat Abdullah bin Umar
Ibnu Umar wafat di Mekkah pada tahun 73 Hijriah atau sekitar 692 Masehi. Ia meninggal pada usia sekitar 84 tahun setelah menjalani kehidupan penuh keteladanan.
Periwayat Hadis yang Banyak
Ibnu Umar meriwayatkan banyak hadis dari Rasulullah SAW dan menjadi salah satu sahabat dengan jumlah riwayat terbanyak setelah Abu Hurairah.
Ia selalu mengikuti Rasulullah dalam banyak perjalanan sehingga ia langsung menyaksikan banyak peristiwa penting. Karena itu, ia mampu meriwayatkan hadis secara langsung dari pengalaman pribadinya.
Aisyah RA memujinya karena ia selalu mengikuti jejak Rasulullah dengan sangat teliti di setiap tempat yang pernah dilalui Nabi.
Ia sangat berhati-hati ketika meriwayatkan hadis maupun memberikan fatwa. Ia hanya berbicara jika benar-benar yakin berdasarkan sunnah Rasulullah.
Ia lebih sering memberikan fatwa pada momen tertentu seperti musim haji. Banyak tabi’in seperti Salim (anaknya) dan Nafi’ (bekas budaknya) yang banyak meriwayatkan darinya.
(eny)









