AS Jalankan Project Freedom di Selat Hormuz

AS Jalankan Project Freedom di Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Selat Hormuz: (U.S. Navy via AP)

Foto Ilustrasi Selat Hormuz: (U.S. Navy via AP)

Jakarta, iNBrita.com — Amerika Serikat meluncurkan operasi di Selat Hormuz yang mereka sebut “Project Freedom”. Dalam langkah ini, mereka berupaya mengamankan jalur pelayaran di kawasan Teluk agar kapal dagang dapat melintas dengan perlindungan militer.

Pada tahap awal, militer AS menyerang sejumlah kapal cepat milik Iran di Selat Hormuz menggunakan helikopter. Presiden AS saat itu, Donald Trump, kemudian mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan beberapa kapal kecil tersebut.

Namun demikian, Iran langsung membantah klaim tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan itu justru mengenai kapal sipil dan menyebabkan korban jiwa.

Di sisi lain, perusahaan pelayaran Maersk melaporkan bahwa mereka mengeluarkan salah satu kapal berbendera AS dari Teluk dengan pengawalan militer tanpa insiden. Selain itu, mereka menyatakan bahwa kapal tersebut berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman.

Sementara itu, ketegangan  terus meningkat. Beberapa kapal tanker dari berbagai negara mengalami serangan atau ledakan di wilayah tersebut. Akibatnya, situasi ini memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Selain itu, Iran menegaskan bahwa mereka akan menyerang setiap kekuatan asing yang memasuki wilayah tersebut tanpa izin, termasuk pasukan Amerika Serikat. Iran juga menegaskan bahwa mereka mengendalikan penuh Selat Hormuz dan mengharuskan semua pelayaran berkoordinasi dengan pihak militer mereka.

Di tengah kondisi tersebut, Amerika Serikat menyebut operasi ini sebagai langkah pengamanan internasional. Washington juga mengklaim bahwa beberapa negara meminta bantuan untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan itu.

Namun di sisi lain, kedua negara tetap menjalankan pembicaraan tidak langsung di tengah ketegangan yang berlangsung, sehingga situasi masih berkembang dan belum mencapai penyelesaian.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB