Jakarta, iNBrita.com – Pelaku usaha dapat menggabungkan jualan sembako (sembilan bahan pokok) dan gorengan di lingkungan kampung sebagai strategi bisnis yang menjanjikan. Mereka bisa memanfaatkan teras rumah untuk memaksimalkan pendapatan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan konsumen dalam satu tempat.
Melalui konsep ini, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok harian dan camilan favorit dalam satu kunjungan. Penjual pun bisa bekerja lebih efisien karena menjalankan dua jenis usaha sekaligus di satu lokasi.
Artikel Liputan6.com edisi Rabu (13/5/2026) membahas peluang usaha ini. Siapa pun, termasuk ibu rumah tangga, dapat memulainya karena modal yang dibutuhkan relatif terjangkau. Selain itu, permintaan sembako dan gorengan di pedesaan cenderung stabil sehingga membuka peluang keuntungan yang besar.
Modal Awal yang Fleksibel
Pelaku usaha dapat menyesuaikan modal awal dengan kemampuan dana yang dimiliki.
Untuk usaha sembako skala rumahan, mereka bisa memulai dengan modal sekitar Rp1–2 juta. Dana tersebut cukup untuk menyediakan stok dasar seperti beras, minyak goreng, gula, dan mi instan. Jika ingin melengkapi stok, pelaku usaha dapat menyiapkan dana hingga sekitar Rp7,2 juta.
Sementara itu, mereka bisa memulai usaha gorengan hanya dengan modal sekitar Rp50 ribu. Dengan dana tersebut, penjual sudah bisa membeli bahan dasar seperti tepung, tahu, tempe, dan minyak goreng. Peralatan yang dibutuhkan juga sederhana, seperti wajan dan kompor.
Dengan memanfaatkan teras rumah, pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Mereka pun dapat mengalokasikan sebagian besar modal untuk membeli stok barang.
Strategi Sukses untuk Keberlanjutan Usaha
Pelaku usaha harus memilih lokasi yang strategis agar usaha berkembang. Mereka sebaiknya berjualan di tempat yang mudah diakses, seperti dekat permukiman padat atau di pinggir jalan utama desa.
Penjual juga perlu menyediakan variasi produk. Selain sembako utama, mereka bisa menambahkan minuman dingin, rokok, atau jajanan sachet. Untuk gorengan, mereka dapat menawarkan berbagai pilihan seperti tahu isi, tempe mendoan, pisang goreng, dan bakwan.
Dalam menentukan harga, pelaku usaha harus bersaing dengan penjual lain. Mereka perlu menetapkan harga yang kompetitif sambil tetap menjaga keuntungan.
Selain itu, penjual wajib menjaga kualitas dan kebersihan produk. Mereka harus memastikan sembako tidak kedaluwarsa dan menggunakan minyak goreng yang bersih agar rasa gorengan tetap enak.
Pelayanan yang ramah juga menjadi kunci penting. Penjual dapat menyapa pelanggan dengan sopan, melayani dengan cepat, dan membangun hubungan baik agar pelanggan tetap loyal.
Di sisi lain, pelaku usaha harus mengelola stok dan keuangan dengan baik. Mereka perlu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin serta memantau persediaan barang agar tidak mengalami kerugian.
Tantangan dalam Usaha Gabungan
Pelaku usaha akan menghadapi persaingan yang cukup ketat. Banyak warung serupa dan minimarket modern yang menjadi pesaing.
Selain itu, harga bahan baku sering berubah-ubah. Kondisi ini menuntut penjual untuk menyesuaikan harga jual secara tepat.
Pengelolaan stok juga menjadi tantangan penting. Jika penjual tidak mengelola stok dengan baik, mereka bisa mengalami kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa.
Karena keuntungan sembako per item relatif kecil, pelaku usaha harus meningkatkan volume penjualan agar memperoleh keuntungan yang signifikan.
Perizinan Usaha yang Mudah
Pemerintah telah mempermudah proses perizinan usaha mikro melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan email untuk mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui situs oss.go.id. NIB ini berfungsi sebagai identitas resmi usaha.
Setelah memperoleh NIB, pelaku usaha dapat mengurus Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) secara gratis. Izin ini memberikan kepastian hukum serta mempermudah akses pembiayaan dan pengembangan usaha.
Dengan memiliki izin resmi, pelaku usaha dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis. Pemerintah juga mendukung UMKM melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemudahan dan perlindungan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pertanyaan Seputar Usaha Ini
Mengapa usaha ini menjanjikan?
Karena penjual dapat memenuhi kebutuhan pokok dan camilan sekaligus, sehingga meningkatkan transaksi harian.
Berapa modal awalnya?
Pelaku usaha bisa memulai gorengan dengan sekitar Rp50 ribu dan sembako dengan Rp1–2 juta.
Apa strategi utamanya?
Penjual harus memilih lokasi strategis, menyediakan variasi produk, menetapkan harga kompetitif, menjaga kualitas, memberi pelayanan baik, serta mengelola stok dan keuangan.
Bagaimana cara mengurus izin?
Pelaku usaha dapat mendaftar NIB melalui OSS menggunakan NIK dan email, lalu mengurus IUMK secara gratis.
(VVR*)









