Sungai Penuh , iNBrita.com — Keluarga besar Luhah Datuk Singa Rapi Putih Sungai Penuh bersama ninik mamak, anak jantan, anak batino, dan anak keponakan melaksanakan ziarah kubur serta doa bersama di makam leluhur Datuk Singa Rapi Putih dan Dua Buah Prut. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan tradisi adat menjelang Kenduri Sko tahun 2026, tetapi juga sekaligus menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sejak pagi, rombongan keluarga berdatangan dari Talimbak Hilir dan Talimbak Mudik. Mereka membawa tujuan yang sama, yaitu menguatkan kembali ikatan kekeluargaan serta mengingat nilai-nilai pengorbanan dan keteladanan yang menjadi ruh Idul Adha. Dalam suasana sejuk dan tenang di area makam, keluarga besar menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang refleksi yang menyatukan adat dan nilai keagamaan.
Selanjutnya, membaca Yasin, melantunkan tahlil, dan memanjatkan doa bersama sebagai inti kegiatan. Mereka juga mendoakan para leluhur agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi keluarga besar yang masih hidup. Di tengah lantunan doa, suasana hening beberapa kali terpecah oleh isak haru, yang memperlihatkan kuatnya rasa hormat kepada para pendahulu.
Nilai Idul Adha dan Pesan Kebersamaan
Selain itu, kegiatan juga mengingatkan seluruh keluarga besar tentang momentum Idul Adha yang identik dengan keikhlasan dan pengorbanan. Nilai tersebut sejalan dengan pesan leluhur yang selalu menekankan pentingnya menjaga persatuan, menguatkan kebersamaan, dan saling membantu dalam keluarga maupun masyarakat.
Di samping itu, ziarah ini juga mempertemukan kembali anggota keluarga yang jarang berkumpul lengkap. Mereka saling menyapa, berjabat tangan, dan berbincang, sehingga suasana kehangatan keluarga kembali tercipta. Dengan demikian, jarak dan kesibukan yang selama ini memisahkan kembali menyatu dalam pertemuan tersebut.
Makan Bersama dan Kebersamaan
Setelah doa bersama selesai, keluarga besar melanjutkan kegiatan dengan makan bersama yang mereka siapkan secara gotong royong. Mereka menikmati hidangan sederhana tanpa sekat, sambil duduk berbaur antara ninik mamak, anak jantan, dan anak batino. Suasana kebersamaan itu menumbuhkan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan bahwa kebahagiaan lahir dari kebersamaan, bukan kemewahan.
Ninik Mamak Dasira, Dpt. Irwansyah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna ganda, baik secara adat maupun keagamaan.
>“Ziarah ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga mengajarkan kita tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan persatuan, terlebih menjelang Idul Adha,” ujarnya.
Harapan untuk Kenduri Sko dan Idul Adha
Akhirnya, keluarga besar Luhah Datuk Singa Rapi Putih mengharapkan agar seluruh rangkaian persiapan Kenduri Sko 2026 dan perayaan Idul Adha 1447 H berjalan lancar, penuh keberkahan, serta semakin memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah diwariskan turun-temurun.
(eny)









