WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional

Pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara guna mencegah masuknya kasus Ebola.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus ebola. (Freepik/rorozoa)

Ilustrasi virus ebola. (Freepik/rorozoa)

Wabah Ebola Darurat Global, Indonesia Perketat Pengawasan

Jakarta, iNBrita.com  – Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). langkah tersebut untuk mencegah masuknya kasus Ebola ke Indonesia melalui perjalanan internasional.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan status darurat global yang diumumkan WHO pada 17 Mei 2026 menjadi peringatan bagi seluruh negara.

Menurut Aji, WHO menetapkan status itu karena penyebaran wabah terus meluas. Selain itu, Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi. Otoritas kesehatan juga masih menghadapi ketidakpastian mengenai luas penyebaran penyakit tersebut.

Pengawasan Diperketat di Pintu Masuk Negara

Selain melanda Republik Demokratik Kongo, wabah Ebola juga memicu munculnya kasus terkait perjalanan di Uganda dan beberapa wilayah lain.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas internasional.

Baca Juga :  Polres Kerinci Razia Tempat Karaoke, Amankan Miras dan 6 Orang LC

Petugas kesehatan kini melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan. Fokus pengawasan diberikan kepada penumpang yang datang dari negara terdampak.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan sistem rujukan cepat ke rumah sakit yang mampu menangani penyakit infeksi berisiko tinggi.

Sementara itu, petugas memantau seluruh laporan selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

Selain memperkuat pengawasan, pemerintah juga menyiagakan laboratorium kesehatan nasional. Langkah ini bertujuan mempercepat proses deteksi dan konfirmasi kasus.

Kenali Gejala dan Cara Penularan Ebola

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Ebola merupakan penyakit akibat infeksi virus yang memiliki tingkat kematian rata-rata hingga 50 persen.Virus tersebut menyebar melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi.Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Lebih lanjut, penderita biasanya mengalami gejala awal berupa demam tinggi, lemas, nyeri otot, dan sakit kepala.

Baca Juga :  FDA Minta Hentikan Sensor Gula Darah Abbott

Jika kondisi memburuk, pasien dapat mengalami muntah, diare, hingga perdarahan.Virus Ebola memiliki masa inkubasi antara dua hingga 21 hari setelah seseorang terpapar.

Meski demikian, hingga saat ini tenaga kesehatan masih menghadapi keterbatasan pengobatan spesifik untuk Ebola.

Imbauan Kemenkes untuk Masyarakat

Karena itu, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Masyarakat dapat memulai dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin. Selain itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan diri dan memakai masker saat sakit.

Penerapan etika batuk dan bersin juga penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.Selain menjaga kebersihan, masyarakat perlu menghindari kontak langsung dengan orang maupun hewan yang sakit.

Khusus bagi warga yang baru kembali dari Republik Demokratik Kongo atau Uganda, Kementerian Kesehatan meminta mereka lebih waspada.

Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap dapat menekan risiko masuknya Ebola ke Indonesia sekaligus menjaga keamanan kesehatan masyarakat.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Alami Turunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Kronis
Suplemen Vitamin D Terbaik untuk Imunitas Tubuh
Bahaya Jadwal Tidur Tidak Teratur bagi Jantung
Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha
Skincare Viral Tidak Selalu Aman Bagi Kulit
BPOM Ungkap Bahaya Obat Herbal Ilegal Beredar
LASIK Tidak Menyebabkan Katarak Ini Penjelasan Dokter Mata
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:00 WIB

Cara Alami Turunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Kronis

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Suplemen Vitamin D Terbaik untuk Imunitas Tubuh

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Bahaya Jadwal Tidur Tidak Teratur bagi Jantung

Berita Terbaru

Berikut ini Kode Redeem FF Free Fire terbaru hari Minggu 31 Mei 2026, segera masukkan di link resmi reward.ff.garena.com

Game

Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Klaim Hadiah Gratis

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi virus ebola. (Freepik/rorozoa)

Kesehatan

WHO Darurat Ebola, Indonesia Perketat Pengawasan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi Oppo A6c.(Oppo)

Teknologi

Daftar Harga HP Terbaru Indonesia Edisi Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00 WIB

Ilustrasi Libur 1 Juni 2026 di Kalender (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)

Nasional

Libur Nasional Juni 2026 Simak Daftar Tanggal Merah

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:00 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.(Foto Kemendagri)

Nasional

Pemerintah Perkuat Program Bedah Rumah Masyarakat Miskin

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:00 WIB