Pendanaan Inovasi Menurun di Asia Tenggara
Jakarta, iNBrita.com — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pendanaan inovasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Meutya menjelaskan penurunan terjadi di seluruh kawasan sejak 2021. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta, Selasa (23/6).
Ia menilai kondisi ini dipicu krisis kepercayaan. Pemerintah perlu memulihkan kepercayaan agar investor kembali yakin menanamkan modal.
Nilai Ekonomi Digital Belum Berdampak Penuh
Mengacu pada laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain, Meutya menyebut ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025. Nilai ini setara sepertiga ekonomi digital ASEAN.
Namun, ia menegaskan angka besar tidak otomatis mencerminkan kekuatan ekonomi. Nilai tersebut harus meningkatkan produktivitas agar berdampak nyata.
Ia juga menyoroti persoalan retensi nilai. Menurutnya, Indonesia bisa merugi jika nilai ekonomi mengalir ke platform global di luar negeri.
Pemerintah mendorong pembagian manfaat yang lebih adil. Tujuannya agar pertumbuhan digital terasa langsung di dalam negeri.
Kesenjangan Internet dan Perluasan 5G
Meutya mengungkapkan sekitar 19 persen penduduk Indonesia belum terhubung internet. Jumlah itu setara sekitar 3.000 desa.
Pemerintah berupaya menutup kesenjangan tersebut. Salah satu caranya dengan memperluas jaringan 5G.
Kolaborasi DEAL dan Program Nyata
Forum DEAL menghasilkan delapan komitmen bersama. Komitmen itu mencakup telekomunikasi, perlindungan konsumen, inovasi digital, dan technopreneur.
Selain itu, forum juga mendorong ekosistem startup, AI nasional, inklusivitas teknologi, dan efisiensi logistik.
Forum ini melibatkan banyak pihak. Pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, dan komunitas bekerja bersama.
Sejumlah program sudah berjalan di berbagai daerah. Pemanfaatan IoT membantu petani dan pembudidaya ikan di Sleman, Banjarnegara, dan Lamongan.
Pemerintah juga menggelar pelatihan AI untuk 100 hingga 150 pelaku UMKM. Program ini berlangsung di Wonogiri dan Banyuwangi.
Selain itu, pemerintah mengembangkan fitur DARA. Fitur ini membantu mengurangi risiko adiksi gim pada anak.
Pemerintah juga membangun Dashboard Ecosystem. Platform ini menjadi pusat data nasional terpadu.
Rencana AI untuk Bantuan Sosial
Meutya menyampaikan rencana intervensi digital berbasis AI dalam bantuan sosial. Program ini menargetkan 18 juta keluarga.
Jumlah tersebut setara sekitar 50 juta warga Indonesia. Pemerintah telah menguji program ini di Banyuwangi.
Jika berhasil, program ini akan menjadi salah satu inklusi keuangan digital terbesar. Cakupan penerimanya sangat luas di seluruh Indonesia.
(VVR*)









