Jakarta , iNBrita.com — Hutan memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan di bumi. Hutan menyerap karbon, menjadi tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna, menjaga ketersediaan air, mencegah erosi, serta menyediakan berbagai sumber daya bagi manusia.
Dunia memiliki sekitar 4,1 miliar hektare hutan atau sekitar 31 persen dari seluruh daratan bumi. Berbagai negara memiliki kawasan hutan dengan luas yang berbeda-beda.
Rusia menempati posisi pertama sebagai negara yang memiliki kawasan hutan terluas di dunia. Negara tersebut memiliki sekitar 833 juta hektare hutan atau sekitar 20 persen dari total hutan dunia. Luas tersebut hampir menyamai luas daratan Indonesia.
Brasil menempati posisi kedua dengan luas hutan sekitar 486 juta hektare. Kanada berada di urutan ketiga dengan 369 juta hektare. Amerika Serikat memiliki sekitar 309 juta hektare hutan, sedangkan China memiliki sekitar 227 juta hektare.
Indonesia menempati peringkat kedelapan dengan luas hutan sekitar 96 juta hektare pada 2025. Posisi tersebut menunjukkan besarnya kekayaan hutan yang Indonesia miliki sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.
Sepuluh Negara dengan Hutan Terluas
Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) tahun 2025, berikut negara-negara yang memiliki kawasan hutan terluas di dunia:
- Rusia — 833 juta hektare
- Brasil — 486 juta hektare
- Kanada — 369 juta hektare
- Amerika Serikat — 309 juta hektare
- China — 227 juta hektare
- Republik Demokratik Kongo — 139 juta hektare
- Australia — 134 juta hektare
- Indonesia — 96 juta hektare
- India — 73 juta hektare
- Peru — 67 juta hektare
Karhutla Mengancam Hutan Dunia
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terus mengancam kelestarian hutan di berbagai negara. Api menghancurkan kawasan hutan, mengganggu habitat satwa, menurunkan kualitas udara, meningkatkan emisi karbon, dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Global Wildfire Information System (GWIS) mencatat sekitar 112,3 juta hektare lahan mengalami kebakaran di seluruh dunia hingga 1 Agustus 2026. Luas tersebut kurang lebih menyamai wilayah Afrika Selatan.
Republik Demokratik Kongo mencatat area karhutla terluas dengan sekitar 13,6 juta hektare. Australia menyusul dengan luas area yang terbakar sekitar 11,8 juta hektare.
Indonesia juga menghadapi ancaman karhutla yang cukup serius. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa karhutla telah melanda sekitar 72.798 hektare lahan di Indonesia. Luas tersebut bahkan melebihi wilayah daratan DKI Jakarta.
Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan upaya pencegahan karhutla. Masyarakat dapat menghindari pembakaran lahan sembarangan, sementara pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan penanganan kebakaran di kawasan rawan.
Indonesia memiliki kekayaan hutan yang sangat besar. Karena itu, kita harus menjaga dan mengelolanya dengan bijak agar hutan tetap menyediakan air, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan menopang kehidupan generasi mendatang.
Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.
(eny)









