Tokyo Hadapi Masalah Baru Akibat Koper Bekas Turis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi koper bekas wisatawan yang ditinggalkan di Jepang. ( Foto AI)

Ilustrasi koper bekas wisatawan yang ditinggalkan di Jepang. ( Foto AI)

Tokyo, iNBrita.com — Kebiasaan sebagian wisatawan asing mengganti koper lama dengan koper baru  di Tokyo mulai menimbulkan persoalan di Jepang. Banyak turis meninggalkan koper lama mereka di hotel setelah membeli koper baru selama berlibur.

Sejumlah hotel kini harus menangani koper-koper yang ditinggalkan tamu. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah bandara.

Bandara Chubu di Prefektur Aichi, misalnya, menemukan puluhan koper tanpa pemilik yang ditinggalkan begitu saja. Bertambahnya koper tersebut membuat pengelola harus mencari cara untuk menangani dan membuangnya sesuai aturan.

Koper Masuk Kategori Sampah Besar

Wisatawan tidak bisa membuang koper sembarangan di Jepang. Pemerintah daerah memasukkan koper ke dalam kategori sodai gomi, atau sampah berukuran besar.

Setiap kota memiliki aturan dan prosedur sendiri dalam menangani sampah berukuran besar. Karena itu, wisatawan perlu mencari informasi terlebih dahulu sebelum membuang koper lama mereka.

Jangan Tinggalkan Koper di Hotel

Wisatawan yang ingin membuang koper lama sebaiknya lebih dulu bertanya kepada petugas hotel atau bandara. Mereka dapat menanyakan apakah pengelola menyediakan layanan khusus untuk membuang koper.

Dalam beberapa layanan, wisatawan perlu membayar sekitar 1.200 yen untuk satu koper. Dengan mengikuti prosedur tersebut, wisatawan tidak membebani hotel dengan barang yang sudah tidak mereka perlukan.

Perbaiki Jika Masih Bisa Digunakan

Wisatawan juga bisa memilih memperbaiki koper jika kerusakannya masih ringan. Jepang memiliki banyak toko yang menyediakan jasa perbaikan koper.

Daripada langsung membuang koper yang masih layak pakai, wisatawan dapat memperbaikinya sehingga masa penggunaannya menjadi lebih panjang. Cara ini juga membantu mengurangi jumlah sampah.

Manfaatkan Layanan Daur Ulang

Jika wisatawan tetap ingin membeli koper baru, mereka bisa menanyakan kepada petugas toko mengenai layanan penerimaan atau daur ulang koper lama.

Sejumlah toko di kawasan Shinsaibashi menawarkan layanan tersebut dengan biaya sekitar 500 yen. Wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas seperti ini agar koper lama tidak berakhir sebagai sampah yang menumpuk.

Wisatawan Perlu Ikut Menjaga Lingkungan

Fenomena koper yang ditinggalkan wisatawan menjadi pengingat bahwa perjalanan ke luar negeri juga membutuhkan tanggung jawab.

Wisatawan tidak cukup hanya menikmati keindahan Jepang. Mereka juga harus mengikuti aturan setempat, termasuk aturan pengelolaan sampah, agar aktivitas pariwisata tidak menambah persoalan lingkungan.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita Menangis di Gunung Prau, Orang Tua Tuai Kecaman
Misteri Tombak Pusaka Kerinci, Jejak Rajo Cayo Terungkap
Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket
Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan
Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta
Banjir Bangkok Parah, Puluhan Ribu Warga Terdampak
Biaya Wisata Venesia Naik, Tiket Harian Capai Rp1 Juta
Bromo Kembali Dibuka, Cek Tiket dan Aturan Wisata Terbaru
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Balita Menangis di Gunung Prau, Orang Tua Tuai Kecaman

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Misteri Tombak Pusaka Kerinci, Jejak Rajo Cayo Terungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta

Berita Terbaru

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan reward dan klaim penarikan saldo DANA melalui aplikasi penghasil uang 2026. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cara Dapat Saldo DANA

Sabtu, 31 Okt 2026 - 00:00 WIB

Kapolres bersama jajaran melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

SUNGAI PENUH

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Produktif

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:00 WIB

Wako Alfin sidak sampah di Jembatan Pinggir Air, Jumat (30/10/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Geram, Pembuang Sampah di Sungai Terancam Sanksi

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:00 WIB