Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paparan sinar UV, diabetes, dan penggunaan obat tertentu dapat meningkatkan risiko katarak pada usia muda.(Foto Ilustrasi : iStockphoto/Madrolly)

Paparan sinar UV, diabetes, dan penggunaan obat tertentu dapat meningkatkan risiko katarak pada usia muda.(Foto Ilustrasi : iStockphoto/Madrolly)

Jakarta, iNBrita.com – Katarak tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia. Anak muda yang masih produktif juga berisiko mengalami gangguan penglihatan akibat pengeruhan lensa mata. Karena itu, masyarakat perlu mengenali faktor pemicunya sejak dini agar dapat menjaga kesehatan mata dengan lebih baik.

Paparan sinar ultraviolet (UV), penyakit diabetes, penggunaan obat tertentu, hingga gangguan refraksi dengan minus tinggi dapat mempercepat munculnya katarak. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dan menggunakan pelindung mata juga berperan penting dalam menjaga kesehatan penglihatan.

Paparan Sinar UV Bisa Mempercepat Katarak

Letak geografis turut memengaruhi risiko katarak pada masyarakat. Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, menjelaskan bahwa penduduk di wilayah tropis menghadapi paparan sinar matahari yang tinggi.

Kondisi tersebut dapat mempercepat pengeruhan lensa mata. Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai risiko ini.

“Jadi buat kita yang tinggal di daerah tropis, kemungkinan terjadinya katarak menjadi lebih cepat dibandingkan orang yang di daerah non-tropis,” kata Tjahjono kepada Kompas.com di RS Mata JEC Kedoya, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Mata memang membutuhkan cahaya untuk melihat objek. Namun, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat merusak lensa mata dan mempercepat perkembangan katarak.

“Mata itu, untuk bekerja, membutuhkan sinar untuk masuk. Tapi sinar itu juga yang akan bisa mengakibatkan kerusakan tersebut,” jelas Tjahjono.

Oleh karena itu, masyarakat perlu melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan kacamata hitam yang mampu menyaring sinar UV dan topi dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung.

Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), juga mengingatkan pentingnya perlindungan tersebut.

“Pakai kacamata hitam, karena sebenarnya paparan sinar UV atau matahari itu mempercepat terjadinya katarak,” ujar Sharita.

Ia menyarankan masyarakat membangun kebiasaan melindungi mata sejak usia muda, terutama bagi mereka yang sering bekerja di lapangan atau melakukan aktivitas luar ruangan.

“Jadi kalau bisa pas lagi muda, kalau sering outdoor atau kerjanya di lapangan, pakai kacamata hitam atau pakai topi,” tambahnya.

Diabetes dan Obat Tertentu Meningkatkan Risiko Katarak

Selain paparan sinar UV, riwayat kesehatan juga memengaruhi risiko katarak pada usia muda. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ialah diabetes.

Tjahjono menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dan rendahnya perlindungan antioksidan dapat mempercepat pengeruhan lensa mata pada penderita diabetes.

“Ada misalnya yang punya penyakit diabetes. Itu akan cepat jadi katarak. Kenapa? Karena antioksidannya rendah, gulanya tinggi, bisa terjadi katarak,” papar Tjahjono.

Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko tersebut. Misalnya, sebagian obat yang mengandung steroid untuk menangani asma atau penyakit lain dapat memicu katarak.

“Ada lagi obat-obatan yang lain, misalnya orang yang asma, semprot-semprot butuh steroid. Ada orang yang kanker dan sebagainya, obat-obatannya bisa menyebabkan katarak lebih cepat,” ungkapnya.

Karena itu, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko efek samping obat yang mereka gunakan. Pasien juga tidak boleh menghentikan atau mengubah pengobatan tanpa arahan tenaga medis.

Minus Mata Tinggi Perlu Mendapat Perhatian

Gangguan refraksi dengan ukuran minus tinggi juga berkaitan dengan risiko katarak pada usia lebih muda. Kondisi ini dapat muncul sejak masa kanak-kanak sehingga masyarakat perlu memperhatikan kesehatan mata sejak dini.

Tjahjono menjelaskan bahwa orang dengan rabun jauh berat dapat mengalami katarak lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

“Karena dengan ukuran minus yang tinggi, misal ada orang-orangnya sampai 15, 20 dan sebagainya, kataraknya pun jadinya (terjadi di usia) lebih muda,” tuturnya.

Oleh sebab itu, orang dengan minus tinggi perlu menjalani pemeriksaan mata secara berkala. Pemeriksaan membantu dokter memantau kondisi mata dan mendeteksi gangguan penglihatan sejak awal.

Benarkah Wortel Bisa Mencegah Katarak?

Banyak orang menganggap wortel sebagai makanan utama untuk menjaga kesehatan mata. Anggapan ini muncul karena wortel mengandung vitamin A yang mendukung fungsi penglihatan.

Namun, masyarakat tidak sebaiknya hanya mengandalkan wortel untuk menjaga kesehatan lensa mata. Tubuh membutuhkan beragam zat gizi agar dapat melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Tjahjono menekankan pentingnya vitamin C untuk kesehatan mata. Menurutnya, kandungan vitamin C di dalam bola mata jauh lebih tinggi daripada di dalam darah.

“Kandungan vitamin C di dalam bola mata kita itu bisa sampai 80 kali lebih tinggi daripada di dalam darah. Bahkan, kalau mau lebih bagus sampai 200 kalinya. Supaya apa? Supaya tidak cepat jadi katarak,” kata Tjahjono.

Meski demikian, masyarakat sebaiknya tetap mengutamakan pola makan bergizi seimbang. Konsumsi beragam buah, sayuran, dan sumber zat gizi lainnya membantu memenuhi kebutuhan tubuh secara keseluruhan.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin seseorang terhindar dari katarak. Karena itu, pola makan sehat perlu berjalan bersama kebiasaan melindungi mata dan pemeriksaan rutin.

Katarak Berkembang Selama Bertahun-tahun

Katarak tidak terbentuk dalam semalam. Proses pengeruhan lensa dapat berlangsung selama bertahun-tahun akibat berbagai faktor yang terakumulasi sepanjang hidup.

Tjahjono menyebut proses perkembangan katarak dapat berlangsung selama 15 hingga 30 tahun. Karena itu, kebiasaan menjaga kesehatan mata sejak muda menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan pada usia berikutnya.

“Katarak itu sendiri berproses antara 15 sampai 30 tahun,” kata Tjahjono.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami katarak pada usia 60 tahun mungkin telah mengalami proses kerusakan lensa sejak usia yang jauh lebih muda.

“Jadi, kalau seseorang di umur 60 tahun sudah mengalami katarak, sebetulnya sejak dari umur 30 dia sudah tidak cukup menjaga makanan dan sebagainya, sehingga umumnya jadi kataraknya bisa lebih cepat,” pungkasnya.

Dengan mengenali faktor risiko sejak dini, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat. Gunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan, jaga pola makan, kendalikan penyakit kronis, dan periksakan mata secara berkala. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kesehatan penglihatan seiring bertambahnya usia.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan
Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri
Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Sering Buang Air Kecil Malam? Ini Penyebabnya
Kursi Ergonomis Bantu Nyaman Bekerja,Tingkatkan Produktivitas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:00 WIB

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan

Berita Terbaru

Paparan sinar UV, diabetes, dan penggunaan obat tertentu dapat meningkatkan risiko katarak pada usia muda.(Foto Ilustrasi : iStockphoto/Madrolly)

Kesehatan

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 07:00 WIB

Banjir Kota Padang (foto: Tim SAR)

Nasional

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Tim SAR Bergerak

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi oleh Unsplash.

Kesehatan

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi Kartu Nikah Digital yang dapat diakses melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama untuk memudahkan masyarakat memperoleh dokumen administrasi pernikahan.m( Foto inbrita)

Khasanah

Kemenag Permudah Unduh Kartu Nikah Digital Lewat SIMKAH

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang dan saldo DANA. ( Foto InbritaAI)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Gratis

Minggu, 11 Okt 2026 - 03:00 WIB