Jambi, iNBrita.com – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M. (SAH), mengajak seluruh kader Gerindra mengutamakan kerja nyata daripada mengejar angka survei. Ia menegaskan bahwa pemimpin harus membuktikan komitmennya melalui kebijakan yang menjawab kebutuhan rakyat dan program yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
SAH menilai pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kerja nyata harus mendorong setiap kader untuk meningkatkan pengabdian. Ia meminta kader Gerindra tidak hanya membangun komunikasi politik, tetapi juga turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Seorang pemimpin harus menunjukkan hasil kerja, menuntaskan tanggung jawab, dan memastikan rakyat merasakan manfaat kebijakannya. Survei membantu kita memahami persepsi publik, tetapi angka survei tidak boleh menggeser tujuan utama kita, yaitu mengabdi kepada masyarakat,” ujar SAH.
SAH: Keberhasilan Pemimpin Terletak pada Hasil Kerja
Tokoh yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu menegaskan bahwa pemerintah perlu memusatkan perhatian pada agenda pembangunan yang menyentuh kehidupan rakyat. Presiden Prabowo bersama jajaran pemerintah harus memperkuat ketahanan pangan, mendorong kemandirian energi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, serta memperluas kesejahteraan masyarakat.
Menurut SAH, pemerintah perlu memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan menghasilkan perubahan yang dapat masyarakat rasakan. Ia juga menekankan pentingnya upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, menjaga harga kebutuhan pokok, meningkatkan mutu pendidikan, dan memperbaiki pelayanan publik.
“Masyarakat membutuhkan hasil yang nyata. Mereka ingin memperoleh pekerjaan, menjalankan usaha dengan lebih baik, membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan mendapatkan pendidikan serta pelayanan publik yang berkualitas. Pemerintah harus menjawab kebutuhan tersebut melalui kerja yang terukur,” katanya.
Survei Menjadi Bahan Evaluasi, Bukan Tujuan Utama
SAH mengingatkan kader Gerindra agar tidak menjadikan hasil survei sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia menjelaskan bahwa perubahan kondisi ekonomi, dinamika sosial, dan respons masyarakat terhadap kebijakan dapat memengaruhi hasil survei. Karena itu, pemerintah perlu membaca angka survei secara cermat dan menggunakannya sebagai bahan evaluasi.
Ia juga mendorong pemerintah untuk menerima kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari proses perbaikan. Menurutnya, pemimpin yang bertanggung jawab harus berani mengakui kekurangan, memperbaiki kebijakan yang belum optimal, dan memastikan pelaksanaan program sesuai kebutuhan rakyat.
“Jangan salah memahami semangat kerja nyata sebagai alasan untuk mengabaikan suara rakyat. Kita justru harus mendengarkan kritik, mengevaluasi kekurangan, dan memperbaiki kinerja. Setiap janji harus kita perjuangkan melalui tindakan konkret agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
SAH Minta Kader Gerindra Turun Langsung ke Masyarakat
Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, SAH meminta seluruh kader menerapkan prinsip tersebut dalam setiap tugas politik dan pelayanan masyarakat. Ia mengajak kader untuk mendatangi warga, menggali persoalan yang mereka hadapi, serta memperjuangkan solusi sesuai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.
SAH juga mengingatkan kader agar tidak terlena ketika survei menunjukkan hasil positif. Sebaliknya, kader harus menjadikan hasil yang belum memuaskan sebagai dorongan untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Kader Gerindra harus hadir di tengah rakyat, mendengar kebutuhan mereka, dan membantu mencari solusi. Jangan hanya sibuk membicarakan angka survei. Kita harus membuktikan komitmen melalui tindakan nyata yang masyarakat rasakan,” ujarnya.
Politik Harus Menjadi Jalan Pengabdian
Lebih lanjut, SAH menegaskan bahwa politik harus menjadi sarana pengabdian, bukan sekadar jalan untuk mengejar popularitas. Ia meminta seluruh kader menjaga integritas, menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
SAH berharap pemerintah terus menjaga konsistensi pembangunan, mengevaluasi pelaksanaan program, dan memperluas manfaat kebijakan bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa kinerja yang konsisten dan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan rakyat akan memperkuat kepercayaan publik.
“Rakyat akan menilai apa yang kita kerjakan. Karena itu, teruslah bekerja, perbaiki kekurangan, dan jaga integritas. Jangan cepat berpuas diri saat mendapat apresiasi dan jangan kehilangan semangat saat menghadapi kritik. Pastikan setiap langkah pembangunan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup SAH.
(*)









