“Ghosting Politik” Wakil Bukanlah Ban Serep Kekuasaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pengamat politik Citra DarmintoS.IP,.M.MP,Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Jambi

INBRITA.COM, SUNGAI PENUH – Pengamat politik Citra DarmintoS.IP,.M.MP,Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Jambi menilai perilaku arogansi  hubungan antara kepala daerah seperti Walikota yang tidak lagi  melibatkan Wakilnya dalam berbagai kegiatan pemerintahan ini dapat dianggap sebagai bentuk ketidak harmonisan dalam kepemimpinan atau juga bisa dinamakan”Ghosting politik” .

Menurut Citra Darminto Ghosting Politik terjadi ketika kepala daerah berkonflik dengan wakilnya, dengan alasan ketidakcocokan sehingga tidak menemukan titik temu,ini yang  menjadi problem utama dari Ghosting.

“Kalau kita melihat terkait Ghosting politik ini, banyak mewarnai relasi kekuasaan antara kepala daerah dengan wakilnya. Biasanya terjadi adanya gesekan politik akibat ketidakjelasan komitmen pembagian tugas pemerintahan usai terpilih “, ujarnya

Citra Darminto mengatakan  beberapa faktor terjadinya Ghosting Politik diantaranya wakil kepala daerah merasa tidak dilibatkan, sementara kepala daerah mengganggap dirinya bisa mengerjakan sendiri tanpa kontribusi wakil. Padahal komunikasi birokrasi seharusnya menjadi kunci.

“Saya melihat dibeberapa daerah selama ini masa bulan madu kepala daerah dan wakilnya  biasanya berlangsung selama 6 bulan hingga setahun setelah kemenangan Pilkada. Setelah itu, biasanya riak-riak kecil mulai bermunculan.mulai dari  kepala daerah menganggap wakilnya tidak bisa kerja maksimal. Sementara, wakilnya beranggapan justru kepala daerah tidak memberi wewenang dan kepercayaan lebih”,Jelasnya.

Baca Juga :  Iran Kecam Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela

Persoalan lain terjadi bisa juga karena pecah kongsi antara kepala daerah dengan wakilnya, kerap ditengarai karena wakil merasa porsi kekuasaannya “dipreteli” sang kepala daerah.

Wakil kepala daerah adalah wakil dari pucuk pimpinan atau kepala daerah di suatu wilayah pemerintahan,sejatinya, wakil kepala daerah punya kedudukan yang seimbang dan setara dengan kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan. Hanya saja dalam penentuan kebijakan, kepala daerahlah yang paling berwenang memutuskannya.

Tugas dari wakil kepala daerah adalah membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Seorang wakil kepala daerah juga membantu kepala daerah dalam mengkoordinasikan kegiatan instansi vertikal di daerahnya. Dalam artian yang lebih luas, wakil kepala daerah tidak saja sebatas wakil bupati, wakil wali kota atau wakil gubernur saja. Tapi Kepala Daerah dan Wakilnya harus menjadi satu kesatuan Ideologi kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat. Maka kepala daerah dan wakilnya harus tetap mampu menjaga soliditas marwah duet kepemimpinannya.

Baca Juga :  Saiful Roswandi Tanggapi Protes Petani Terhadap BWSS VI

“Karna saya menilai Wakil bukanlah hanya sekadar teman belakang atau yang harus dinomorduakan. Wakil bukanlah ban serep kekuasaan semata. Wakil adalah kemanunggalan kepemimpinan. Tanpa wakil, kehadiran seorang kepala menjadi tidak lengkap dan tidak sempurna tentunya.

Namun Citra Darminto menilai serta  tidak menampik  bahwa persoalan Ghosting Politik ini terjadi tidak lepas dari proses awal rekrutmen partai politik dalam menggandengkan calon yang selalu berbasis pada nilai elektoral semata tanpa mengedepankan persamaan ideologis.

“Ini yang saya anggap sebagai akar munculnya proses “talak tiga” dalam relasi kekuasaan lokal. Tujuan partai berkoalisi di Pilkada selalu menargetkan kemenangan,  dengan menjodohkan kandidat dengan pertimbangan kekuatan finansial yang dimiliki calon bukan karna kesamaan ideologi dan visi,  karna jika duet kepemimpinan daerah memiliki kesamaan tujuan, tentu semua pekerjaan akan dituntaskan bersama untuk kemaslahatan rakyatnya.  Intinya  selama Kepala Daerah dan wakilnya melalakukan Keserakahan akan materi dan ingin menunjukkan siapa yang paling berkuasa dan paling terhormat.

Maka Ghosting Politik ini bisa terus terjadi.

Editor : ES

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sultan Bachtiar Ajak Anak Muda Melek Politik
Hetifah Sesalkan Sanksi IOC, Indonesia Dukung Palestina
Jokowi dan Kaesang Namanya Mencuat di Bursa Calon Ketua Umum PSI
Pengganti Hasan Nasbi Bisa Yang Dekat Prabowo
Korcam Sungai Penuh Siap Menangkan Al Azhar…!
Bukan Tim Al-Azhar, yang Menolak Masyarakat Kumun
Al Azhar Dinilai Masyarakat Sebagai Calon Kuat Menang Pilwako 2024-2029
Akal-Akalan Jatuhkan Al-Azhar, Ternyata Kontrak Politik Palsu
Berita ini 448 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 03:00 WIB

Sultan Bachtiar Ajak Anak Muda Melek Politik

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:00 WIB

Hetifah Sesalkan Sanksi IOC, Indonesia Dukung Palestina

Jumat, 16 Mei 2025 - 20:16 WIB

Jokowi dan Kaesang Namanya Mencuat di Bursa Calon Ketua Umum PSI

Selasa, 29 April 2025 - 20:19 WIB

Pengganti Hasan Nasbi Bisa Yang Dekat Prabowo

Rabu, 23 Oktober 2024 - 17:31 WIB

Korcam Sungai Penuh Siap Menangkan Al Azhar…!

Berita Terbaru

Ilustrasi jantung (Foto: Getty Images/Eoneren)

Kesehatan

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.

Minggu, 21 Jun 2026 - 07:00 WIB

Daftar kode redeem Free Fire terbaru yang dapat diklaim pemain untuk memperoleh berbagai hadiah gratis.

Game

Kode Redeem Free Fire Terbaru 21 Juni 2026

Minggu, 21 Jun 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang yang menawarkan saldo DANA sebagai hadiah bagi pengguna. ( Foto AI)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair Saldo Dana Cepat

Minggu, 21 Jun 2026 - 01:00 WIB

Bunga dahlia mekar indah dengan warna cerah di taman rumah. ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Dahlia Agar Cepat Berbunga Lebat

Minggu, 21 Jun 2026 - 00:00 WIB

Barang bukti motor kasus curanmor di Polres Kerinci. ( Foto Humas Polres)

SUNGAI PENUH

Satreskrim Polres Kerinci Tangkap Residivis Pelaku Curanmor

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB