Kerinci, iNBrita.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci-Sungai Penuh, aliansi Cipayung Plus, dan BEM se-Kerinci-Sungai Penuh menggelar aksi damai di halaman Mapolres Kerinci.
Selain itu, mereka menyoroti tindak kekerasan aparat kepolisian dan menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang tukang ojek online.
Lebih jauh, Ketua Umum HMI, Edilan Kurniawan, menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk menyuarakan nurani rakyat, bukan memicu konflik.
“Kami hadir bukan untuk melawan, tetapi untuk mengingatkan. Polri harus menjadi pengayom rakyat, bukan musuh. Kasus Affan Kurniawan menjadi luka kolektif bangsa ini. Proses hukum harus transparan dan adil,”kata Edilan.
Sejalan dengan itu, ratusan mahasiswa duduk rapi, bergantian menyampaikan orasi, dan membuka dialog dengan pejabat daerah, termasuk Kapolres Kerinci AKBP Arya Brahmana, Bupati Monadi, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, dan Sekda Alpian. Kehadiran pejabat ini memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Kemudian, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan:
1. Mengusut tuntas dan mengadili aparat yang melindas almarhum Affan Kurniawan.
2. Menghentikan kekerasan dan intervensi Polri terhadap masyarakat.
3. Membebaskan massa demonstrasi dari tahanan.
4. Menutup tempat hiburan malam yang melanggar Perda.
5. Menghentikan intimidasi Polres Kerinci terhadap masyarakat.
6. Memberikan penjelasan terkait razia polantas yang tidak sesuai regulasi.
Dengan demikian, Edilan menekankan bahwa mahasiswa menggerakkan perjuangan ini sebagai bagian dari gerakan nasional untuk mewujudkan Polri yang humanis, profesional, dan berintegritas.
“Kami akan terus berdiri di garis depan menyuarakan keadilan. HMI tidak akan berhenti sampai Polri menjadi institusi yang dicintai rakyat,” pungkasnya.














