Jakarta, iNBrita.com — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS mendorong sebagian masyarakat mulai melirik investasi valuta asing (valas). Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, banyak orang menganggap dolar AS dan mata uang asing lainnya sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Namun, apakah sekarang waktu yang tepat untuk berinvestasi di valas?
Para perencana keuangan memberikan beberapa tips penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum masuk ke instrumen ini.
1. Jangan Masuk Terlalu Agresif
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, menilai saat ini belum menjadi waktu ideal untuk masuk ke valas secara agresif.
Ia melihat banyak faktor yang masih membuat pergerakan kurs sulit diprediksi. Faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi dalam negeri, arah kebijakan fiskal pemerintah, sentimen investor asing, hingga potensi intervensi pemerintah dan Bank Indonesia.
Menurut Dandy, pelemahan rupiah tidak selalu berlangsung lama. Karena itu, Anda sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren saat ini.
2. Gunakan Strategi Bertahap
Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan pendekatan yang lebih terukur. Ia mendorong investor untuk menggunakan metode dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli valas secara bertahap dan rutin.
Dengan strategi ini, Anda bisa mengurangi risiko membeli di harga tinggi sekaligus meredam dampak fluktuasi kurs. Anda juga tidak perlu menebak kapan nilai tukar berada di titik tertinggi atau terendah.
3. Diversifikasi Mata Uang
Jangan hanya membeli dolar AS. Andi menekankan pentingnya diversifikasi ke beberapa mata uang.
Dengan menyebar investasi ke dua atau tiga mata uang berbeda, Anda bisa mengurangi risiko sekaligus membuka peluang keuntungan lebih luas. Beberapa mata uang yang bisa Anda pertimbangkan antara lain dolar Australia, dolar Singapura, dan yen Jepang.
Dandy juga menyarankan franc Swiss dan dolar Singapura karena keduanya relatif stabil. Namun, Anda tetap harus menyesuaikan pilihan dengan tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi ekonomi global.
4. Pertimbangkan Instrumen Alternatif
Jika Anda belum yakin masuk ke valas, Anda bisa menunggu sambil menjaga likuiditas. Dandy menyarankan pendekatan wait and see sampai kondisi ekonomi lebih jelas.
Sebagai alternatif, Anda bisa menempatkan dana di instrumen yang lebih aman seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
(VVR*)









