Jakarta, iNBrita.com — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap temuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki dua rekening virtual untuk mencairkan dana dari pusat.
Kebingungan Data SPPG
Agustina mengaku sempat bingung saat awal menjabat. Ia kesulitan memastikan jumlah SPPG yang menjalankan program makan bergizi gratis (MBG).
Setiap kedeputian bekerja sendiri dan merilis data berbeda. Akibatnya, data SPPG tidak sinkron.
Temuan Dua Virtual Account
BGN bersama Biro Umum dan Keuangan, Pusdatin, Deputi Sistakol, dan Kementerian Keuangan menelusuri rekening bermasalah.
Tim menemukan beberapa SPPG memiliki dua virtual account.
Temuan ini menunjukkan lemahnya pengawasan keuangan.
Dana Rp311 Miliar Dikembalikan
BGN langsung bertindak cepat. Mereka mengembalikan dana sekitar Rp311 miliar ke kas negara.
Dana tersebut sebelumnya mengendap di rekening terkait. Lili Khamiliyah menyetorkan dana itu saat menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan.
Sistem Baru untuk Cegah Penyimpangan
BGN akan merombak sistem pencairan dan pertanggungjawaban anggaran.
Selama ini, validasi masih manual dan bergantung pada kepala SPPG. Cara ini dinilai tidak akuntabel.
BGN kini menyiapkan sistem otomatis. Sistem ini akan memantau penggunaan anggaran secara langsung.
Langkah ini juga bertujuan menekan potensi korupsi.
Temuan Sekolah Terima Pasokan Ganda
BGN juga menemukan satu sekolah menerima makanan dari lebih dari satu SPPG.
Hal ini terjadi karena data penerima belum terintegrasi.
Target Data Terpadu Nasional
BGN akan membangun sistem terpadu berbasis by name dan by address.
Sistem ini mencakup perencanaan, penetapan target, distribusi, hingga pencatatan penerima.
Dengan sistem ini, BGN menargetkan tidak ada lagi duplikasi SPPG maupun penerima manfaat.
(VVR*)









