Fenomena Bediding Landa Kerinci dan Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih,  menjelaskan penyebab suhu dingin ekstrem di Kerinci dan Sungai Penuh.( Foto inbrita)

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan penyebab suhu dingin ekstrem di Kerinci dan Sungai Penuh.( Foto inbrita)

BMKG: Musim Kemarau dan Monsun Australia Penyebab Suhu Dingin

iNBrita.com – Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci saat ini tengah memasuki musim kemarau.

Kondisi ini ditandai dengan fenomena bediding, yaitu munculnya suhu udara yang sangat dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan bahwa fenomena bediding umum terjadi pada musim kemarau. Suhu udara turun drastis karena pengaruh monsun Australia yang membawa massa udara dingin dari Benua Australia ke wilayah Indonesia.

“Angin monsun Australia yang menguat selama musim kemarau membawa udara dingin dan kering ke wilayah Sumatra, termasuk Kerinci dan Sungai Penuh,” jelas Kurnia, Kamis (11/7/2025).

Fenomena udara dingin ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gangguan pernapasan, alergi, dan flu akibat paparan suhu rendah.

“Gunakan pakaian hangat, seperti jaket tebal, selimut, dan kaos kaki, terutama saat malam hari,” saran Kurnia.

Ia juga mengingatkan warga agar menjaga daya tahan tubuh, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung. (Eni Syamsir)

 

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal
Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online
Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi
Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Berita ini 234 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB