Jakarta, iNBrita.com — Seorang bocah lelaki di Italia berusia empat tahun , mengembuskan napas terakhir beberapa hari setelah ditemukan tak sadarkan diri di dalam mobil keluarga di Sardinia.
Menurut laporan AFP pada Senin (11/8), bocah tersebut sempat diterbangkan ke rumah sakit di Roma. Namun, nyawanya tak tertolong akibat kerusakan otak yang tidak dapat disembuhkan.
L’Unione Sarda melaporkan, bocah itu adalah anak pasangan asal Rumania yang sedang berlibur di Olmedo, Sardinia.
Saat kejadian, ia pergi sendirian ketika kedua orang tuanya tengah beristirahat. Begitu menyadari anaknya tidak ada, orang tua itu langsung melakukan pencarian. Mereka akhirnya menemukannya di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari.
Ketika ditemukan, sang anak sudah tidak sadarkan diri. Ia segera dibawa ke RS Santissima Annunziata Sassari pada Rabu (6/8), lalu diterbangkan ke RS Gemelli di Roma pada Jumat (8/8). Meski telah mendapat perawatan intensif, ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/8).
Hingga kini, Carabinieri masih menyelidiki penyebab pasti kematian. Sengatan panas memang menjadi dugaan utama, tetapi belum dapat dipastikan. Kasus ini telah diserahkan kepada Kejaksaan Umum Roma.
Tragedi tersebut terjadi bersamaan dengan peringatan siaga merah dari Kementerian Kesehatan Italia terkait gelombang panas ekstrem di tujuh kota besar, termasuk Bologna dan Florence. Pada Selasa (12/8), jumlah kota yang berada dalam siaga merah meningkat menjadi 11, dan bertambah lagi menjadi 16 pada Rabu (13/8).
Di saat yang sama, sekitar 190 petugas pemadam kebakaran dan tentara berupaya memadamkan kebakaran hutan di Gunung Vesuvius. Akibatnya, taman nasional di kawasan itu terpaksa ditutup untuk wisatawan.
Italia merupakan salah satu dari beberapa negara Eropa yang mengalami gelombang panas dalam beberapa waktu terakhir. Di Prancis, cuaca ekstrem membuat lebih dari setengah wilayah negara itu berada dalam peringatan gelombang panas pada Senin pagi. Bahkan, 12 dari 96 wilayah administratif di daratan utama masuk dalam status siaga merah tertinggi. (*)














