Jakarta, iNBrita.com — Konsumsi Kurma dan Tren Ramadan Menjelang Ramadan 2026, konsumsi kurma meningkat karena banyak umat Muslim memilihnya sebagai makanan berbuka puasa. Konsumen semakin selektif memilih produk karena solidaritas terhadap Palestina terus meningkat.
Laporan dari Eropa dan Dugaan Praktik Label
Pemantau konsumen di Eropa menemukan praktik pemasaran kurma dari Israel yang menggunakan label berbeda untuk menyembunyikan negara asal. Praktik ini diduga dilakukan agar produk tetap dapat masuk pasar Uni Eropa, meskipun seruan boikot dari sebagian konsumen Muslim semakin kuat.
Pertumbuhan Pasar Kurma Dunia
Pasar kurma dunia terus tumbuh. Nilainya mencapai 32,7 miliar dolar AS pada 2025 dan naik menjadi 34,5 miliar dolar AS pada 2026. Proyeksi menunjukkan pasar dapat mencapai 55,58 miliar dolar AS pada 2034. Produksi kurma masih terpusat di Timur Tengah dan Afrika dengan kontribusi lebih dari 85 persen pasar global.
Produsen Utama dan Segmen Premium
Mesir dan Arab Saudi menjadi produsen utama berdasarkan volume. Israel memiliki peran penting di segmen kurma premium, terutama jenis Medjool yang banyak diminati konsumen internasional.
Dugaan Selisih Produksi dan Asal Kurma
Israel mengekspor sekitar 35 ribu ton kurma setiap tahun, tetapi perkebunan di wilayah Tepi Barat hanya menghasilkan sekitar 8.800 ton per tahun. Selisih ini memunculkan dugaan bahwa sebagian kurma yang diekspor berasal dari perkebunan di pemukiman Tepi Barat.
Praktik Pengemasan Ulang dan Perubahan Label
Sejumlah laporan mengungkap praktik pengemasan ulang kurma di negara ketiga atau zona perdagangan bebas. Setelah dikemas ulang, label asal produk dapat berubah sehingga kurma dipasarkan seolah berasal dari Belanda, Maroko, Uni Emirat Arab, atau Palestina. Praktik ini disebut “pencucian kurma” oleh sebagian pihak karena menyembunyikan asal produk sebenarnya.
Data Distribusi di Eropa
Data Bank Dunia menunjukkan sekitar setengah kurma yang beredar di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis berasal dari Israel. Kedua negara tersebut mengekspor kurma senilai sekitar 150 juta dolar AS pada 2024 dan menjadi pusat pengemasan serta distribusi ulang ke negara Eropa lain, termasuk Jerman. Di Jerman, sekitar 25 persen pasokan kurma diduga terkait dengan Israel.
Situasi di Indonesia
Data resmi untuk pasar Indonesia belum menunjukkan pola distribusi serupa seperti di Eropa.
Cara Mengenali Asal Kurma
Konsumen dapat mengenali asal kurma melalui beberapa indikator pada kemasan:
Barcode yang diawali angka 729, kode negara Israel.
Nama perusahaan ekspor seperti Medjool Plus, Carmel Agrexco, Mehadri, atau Hadiklaim.
Informasi produsen dan negara asal yang tidak jelas pada kemasan.
Harga yang jauh lebih murah dibanding produk sejenis.
(Tim*)













