Jakarta, iNBrita.com – Gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang pantai utara Jepang, menghentikan beberapa perjalanan Shinkansen sementara.
East Japan Railway Company menghentikan sementara keberangkatan Tohoku Shinkansen antara Stasiun Fukushima dan Shin-Aomori. Tiga kereta berhenti di rute ini, dan perusahaan memeriksa kerusakan rel. Cabang Morioka menambahkan layanan Jalur Utama Tohoku juga dihentikan sementara di Prefektur Iwate. Dua kereta melakukan pemberhentian darurat. Tidak ada laporan korban luka.
Di Hokkaido, Bandara New Chitose memeriksa dua landasan pacu hingga pukul 23.40 untuk memastikan tidak ada kerusakan.
Perusahaan Jalan Tol Nippon Timur menutup total lalu lintas di dua rute: antara Simpang Susun Bandara Shiraoi dan Shinchitose, serta antara Simpang Susun Tomakomai Higashi dan Numanohata Nishi, hingga pukul 23.45. Mereka memperingatkan kemacetan besar pada Selasa.
East Japan Railway Company menyatakan layanan kereta cepat dan reguler tetap berjalan, tapi penundaan atau pembatalan bisa terjadi jika ditemukan kerusakan. All Nippon Airways dan Japan Airlines tetap beroperasi normal mulai Selasa.
Pemerintah Jepang tidak membatasi jalur kereta, bandara, atau jalan meski ada peringatan. Mereka terus memberi informasi lokasi rawan gempa dan tempat evakuasi.
Pemerintah membentuk satuan tugas di kantor Perdana Menteri pukul 23.16, dan Perdana Menteri Takaichi Sanae segera menginstruksikan evakuasi, informasi tsunami, dan penilaian kerusakan.
Kepala Sekretaris Kabinet Kihara Minoru menyatakan pemerintah fokus pada pencegahan bencana, penyelamatan, dan bantuan, yang dipimpin polisi, pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan Penjaga Pantai.
Gempa terjadi Senin (8/12) pukul 23.40 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang mencatat dua gelombang tsunami setinggi 40 cm, dan media lokal melaporkan korban luka.
USGS mencatat gempa 7,6 terjadi pukul 14.15 GMT di lepas pantai Misawa, kedalaman 53 km.
(VVR*)














