Cebu , iNBrita.com – Gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang Pulau Cebu, Filipina, pada Selasa (1/10). Bencana ini menewaskan 72 orang dan meratakan banyak bangunan.
Dilansir Detik.com, Gereja Santa Rosa de Lima di Daanbantayan runtuh sebagian. Meski begitu, Sakramen Mahakudus dan gambar Santa Rosa de Lima tetap utuh. Gereja Santo Petrus dan Paulus di Pulau Bantayan, salah satu yang tertua di Visayas, ikut roboh. Sejumlah bangunan di Bantayan, Medellin, Kota Bogo, dan San Remigio juga hancur.
Uskup Agung Cebu mengimbau umat menjauh dari gereja hingga penilaian struktural selesai. Peringatan ini penting karena Cebu memiliki banyak gereja tua peninggalan Spanyol sejak 1500-an.
Korban terbanyak berasal dari Kota Bogo yang berada dekat episentrum. Foto-foto dari lokasi memperlihatkan kantong jenazah berjejer di jalan dan ratusan korban luka dirawat di rumah sakit tenda.
Pemerintah daerah meminta relawan medis untuk membantu. Polisi dan pemadam kebakaran memprioritaskan pencarian korban, memulihkan listrik, dan menyalurkan bantuan.
Gempa ini terjadi hanya seminggu setelah topan beruntun menewaskan lebih dari 20 orang di Filipina.
(Tim)














