Jakarta, iNBrita.com – Astronom menemukan planet ekstrasurya raksasa dengan karakteristik yang tidak biasa. Planet bernama GJ 523b itu memiliki massa sekitar 23 kali massa Bumi, tetapi tetap memiliki kepadatan sangat tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa planet ini kemungkinan besar didominasi material berbatu.
Temuan itu membuat para ilmuwan bingung. Planet dengan massa sebesar GJ 523b seharusnya mampu menarik dan mempertahankan banyak gas dari lingkungan tempatnya terbentuk. Namun, hasil pengamatan justru menunjukkan bahwa planet tersebut hanya memiliki sedikit atmosfer.
Ukuran GJ 523b Lebih Besar dari Bumi
Seperti dikutip dari Space, Jumat (21/8/2026), GJ 523b memiliki ukuran sekitar 2,5 kali lebih besar daripada Bumi.
Peneliti memperkirakan massa planet tersebut mencapai 23,5 kali massa Bumi. Radiusnya sekitar 2,55 kali radius Bumi, sedangkan kepadatannya mencapai sekitar 126,82 gram per inci kubik.
“Ini sama sekali tidak seperti yang kami perkirakan,” kata Max Kroft, penulis utama penelitian tersebut.
Atmosfer GJ 523b Mungkin Terlepas
Para peneliti mengajukan beberapa kemungkinan untuk menjelaskan kondisi GJ 523b.
Salah satu kemungkinan menyebutkan bahwa planet tersebut pada awalnya memiliki atmosfer yang tebal. Namun, proses tertentu kemudian membuat atmosfer itu terlepas ke luar angkasa.
Kemungkinan lain menyebutkan bahwa GJ 523b terbentuk setelah dua planet bertabrakan. Tabrakan tersebut dapat menghasilkan planet berbatu yang lebih besar sekaligus melemparkan sebagian besar selubung gasnya ke luar angkasa.
GJ 523b Termasuk Mega-Bumi
Astronom telah menggunakan istilah “mega-Earth” atau mega-Bumi selama lebih dari satu dekade untuk menyebut planet berbatu dengan massa yang sangat besar.
Meski demikian, para astronom belum menetapkan istilah tersebut sebagai kategori resmi dalam klasifikasi planet ekstrasurya.
Peneliti berharap penemuan planet lain dengan karakteristik serupa dapat membantu mereka memahami proses pembentukan planet.
Jika astronom menemukan lebih banyak objek seperti GJ 523b, mereka dapat menentukan apakah planet tersebut merupakan pengecualian langka atau bagian dari populasi planet yang lebih luas.
“Sulit menarik kesimpulan tentang pembentukan planet secara umum hanya dari satu sampel,” ujar Kroft.
Menurut Kroft, astronom mungkin mulai melihat pola tertentu jika mereka menemukan 20 hingga 30 planet dengan karakteristik yang serupa.
Penelitian mengenai GJ 523b saat ini telah diajukan untuk dipublikasikan di The Astronomical Journal.
(VVR*)









