Home / Kesehatan

Selasa, 20 Januari 2026 - 05:00 WIB

Gula Merah untuk Diabetes, Benarkah Lebih Aman?

Gula merah sering dianggap lebih aman dibandingkan gula putih, padahal keduanya sama-sama dapat meningkatkan kadar gula darah.

Gula merah sering dianggap lebih aman dibandingkan gula putih, padahal keduanya sama-sama dapat meningkatkan kadar gula darah.

Jakarta, iNBrita.comPenderita diabetes perlu mengontrol asupan gula setiap hari untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, banyak orang menganggap gula merah lebih alami dan lebih aman dibandingkan gula putih. Anggapan ini mendorong sebagian penderita diabetes mengganti gula putih dengan gula merah.

Anggapan tersebut muncul karena banyak orang belum memahami kandungan dan efek kedua jenis gula terhadap tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memahami perbedaan gula merah dan gula putih agar dapat menentukan pilihan yang tepat.

Gula merah dan gula putih berasal dari bahan yang sama, yaitu tebu atau bit gula. Produsen menghasilkan gula merah dengan menambahkan molase ke dalam gula putih, sehingga gula ini berwarna lebih gelap dan memiliki rasa lebih kuat.

Baca juga :   Sebelas Jenazah Korban Banjir Bandang Kembali Ditemukan

Molase memang menambah kandungan mineral seperti kalsium, zat besi, dan kalium. Namun, kandungan mineral tersebut sangat kecil sehingga tidak memberikan manfaat berarti bagi pemenuhan gizi harian.

Dari sisi kalori dan karbohidrat, gula merah mengandung jumlah yang sedikit lebih rendah dibandingkan gula putih. Meski demikian, selisih tersebut terlalu kecil untuk memberikan dampak nyata bagi penderita diabetes.

Baik gula merah maupun gula putih mengandung sukrosa sebagai komponen utama. Sukrosa memiliki indeks glikemik tinggi dan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Akibatnya, kedua jenis gula sama-sama berpotensi memicu lonjakan gula darah.

Baca juga :   Ginjal Bersihkan Darah, Urine Tanda Kesehatan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau setara dengan empat sendok makan. Ketentuan ini mencakup seluruh jenis gula tambahan, termasuk gula merah dan gula putih.

Kesimpulannya, gula merah tidak memberikan keamanan lebih bagi penderita diabetes. Meskipun mengandung sedikit mineral, konsumsi gula merah secara berlebihan tetap dapat memperburuk kontrol gula darah. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu membatasi semua jenis gula dan mengelola pola makan secara disiplin agar kualitas hidup tetap terjaga.

(Ven*)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi buah jeruk segar utuh dan setengah potong dengan warna oranye cerah, menampilkan kandungan vitamin C dan kalsium.

Kesehatan

Buah Tinggi Kalsium untuk Tulang Sehat Harian
Seorang pasien berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan tangan terulur memegang alat pemantau di jarinya.

Kesehatan

Cangkir Tersangkut di Anus, Pria Taiwan Akhirnya Dioperasi
“Pisang segar disajikan bersama es krim vanila dalam mangkuk.”

Kesehatan

Pisang Sehat, Tapi Hindari Campuran Makanan Berikut Ini
Rebung bambu segar sebagai bahan makanan sehat tinggi serat

Kesehatan

Manfaat Rebung untuk Kesehatan dan Diet Seimbang
BPOM melakukan uji laboratorium terhadap produk makanan dan kosmetik untuk memastikan keamanan.

Kesehatan

BPOM Ungkap 26 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

Kesehatan

Hadiri Rakerkesnas 2024, Kadiskes Kerinci Komitmen Terus Lakukan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Anak bermain di halaman sekolah sambil menatap benda jauh

Kesehatan

Cegah Mata Minus Anak dengan Aktivitas Luar Ruangan
Ilustrasi tanaman lavender yang dikenal membantu mengatasi insomnia

Kesehatan

6 Tanaman Herbal Alami Ampuh Atasi Insomnia