Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Handuk kotor bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. ( Foto AI)

Handuk kotor bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. ( Foto AI)

Jakarta, iNBrita.com  — Banyak orang mengira handuk yang terlihat bersih masih aman digunakan berkali-kali. Padahal, handuk dapat menyimpan bakteri dan jamur, terutama ketika kita sering menggunakannya dalam keadaan lembap.

Mary Johnson, mantan ilmuwan utama Tide & Downy, menyarankan kita mencuci handuk setelah menggunakannya sekitar 3  – 4 kali . Ia menyampaikan hal tersebut seperti dikutip dari Real Simple.

Kita juga perlu memperhatikan kondisi handuk setelah menggunakannya. Jika kita selalu menggantung dan mengeringkan handuk dengan baik, kita bisa menggunakannya beberapa kali sebelum mencucinya.

Namun, ketika handuk mulai mengeluarkan bau apak , segera masukkan ke mesin cuci. Bau tersebut dapat menandakan adanya jamur atau mikroorganisme yang berkembang di dalam serat handuk.

Jadi, jangan menganggap handuk masih bersih hanya karena kita tidak melihat noda atau kotoran di permukaannya.

Mengapa Kita Harus Rajin Mencuci Handuk?

Saat kita mengeringkan tubuh setelah mandi, handuk ikut menyerap berbagai sisa yang masih menempel pada tubuh. Keringat, sel kulit mati, ketombe, lendir, dan sisa produk perawatan tubuh dapat menumpuk pada serat handuk.

Kita juga sering menyimpan handuk di kamar mandi yang lembap. Kondisi tersebut dapat membuat handuk sulit kering dan memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri maupun jamur.

Jika kita terus menggunakan handuk yang kotor, berbagai mikroorganisme dapat berpindah kembali ke kulit. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk masalah kulit pada sebagian orang.

Sesuaikan Frekuensi Mencuci dengan Penggunaan

Kita tidak harus memperlakukan semua handuk dengan jadwal pencucian yang sama. Jenis dan penggunaannya ikut menentukan kapan kita perlu mencucinya.

  • Handuk mandi: cuci setelah menggunakannya sekitar 3–4 kali.
  • Handuk yang tetap lembap atau mulai berbau: segera cuci dan keringkan dengan baik.
  • Handuk untuk mengeringkan kaki: cuci lebih sering, misalnya setiap dua hari.
  • Handuk milik orang yang sedang sakit: cuci lebih sering untuk membantu mengurangi risiko penyebaran kuman.

Cara Mencuci Handuk dengan Benar

Kita juga perlu memperhatikan cara mencuci handuk agar tetap bersih, lembut, dan mampu menyerap air dengan baik.

1. Pisahkan handuk berdasarkan warna

Kita sebaiknya mencuci handuk putih bersama handuk putih. Pisahkan pula handuk berwarna agar warna yang luntur tidak menodai kain lainnya.

2. Jangan memenuhi mesin cuci

Berikan ruang yang cukup agar handuk dapat bergerak selama mesin mencuci. Jika kita memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus, air dan detergen mungkin tidak dapat membersihkan seluruh bagian kain secara optimal.

Untuk mesin cuci bukaan depan, kita bisa mencuci sekitar 3–4 handuk dalam satu kali pencucian, tergantung kapasitas mesin.

3. Gunakan detergen secukupnya

Kita tidak perlu menggunakan detergen dalam jumlah berlebihan. Sisa detergen yang menempel pada serat handuk justru dapat membuat kain terasa kaku dan mengurangi daya serapnya.

Ikuti takaran detergen yang tercantum pada kemasan agar kita mendapatkan hasil pencucian yang optimal.

4. Keringkan handuk sampai tuntas

Setelah mencuci, segera jemur atau keringkan handuk hingga benar-benar kering. Jangan menumpuk handuk dalam kondisi basah karena kelembapan dapat memicu munculnya bau tidak sedap.

Jangan Abaikan Kebersihan Handuk

Kita menggunakan handuk hampir setiap hari, tetapi sering kali lupa membersihkannya secara rutin. Padahal, kebersihan handuk juga memengaruhi kenyamanan dan kebersihan tubuh.

Karena itu, jangan hanya menunggu sampai handuk terlihat kotor. Perhatikan berapa kali kita sudah menggunakannya, pastikan handuk selalu kering setelah dipakai, dan segera mencucinya ketika mulai berbau.

Dengan kebiasaan sederhana tersebut, kita dapat menjaga handuk tetap bersih, segar, nyaman digunakan, dan lebih awet.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan
Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri
Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Sering Buang Air Kecil Malam? Ini Penyebabnya
Kursi Ergonomis Bantu Nyaman Bekerja,Tingkatkan Produktivitas
Pneumonia Saat Haji, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Pernah Jalani Perawatan Jantung
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Cara Menjaga Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri

Rabu, 30 September 2026 - 09:00 WIB

Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru

Pengurus FHNK2I dan Forum Komunikasi PPPK berfoto bersama di kantor Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen.(Foto dok. FHNK2I for JPNN)

Nasional

PPPK Paruh Waktu Minta Formasi Dibagi Merata

Minggu, 4 Okt 2026 - 05:00 WIB

Handuk kotor bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. ( Foto AI)

Kesehatan

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Minggu, 4 Okt 2026 - 04:00 WIB

Beragam sayuran tinggi kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.(Foto : Stockphoto/bhofack2)

Kesehatan

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat

Minggu, 4 Okt 2026 - 03:00 WIB

Pelari amatir mengenali tanda jantung bermasalah saat berlari.(Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf)

Kesehatan

Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan

Minggu, 4 Okt 2026 - 02:00 WIB

Yamaha Mio M3. Foto: Dok. Yamaha Indonesia

Teknologi

Yamaha Mio Terbaru 2027, Spesifikasi, Fitur, dan Harga

Minggu, 4 Okt 2026 - 01:00 WIB