Jakarta, iNBrita.com — Banyak orang mengira handuk yang terlihat bersih masih aman digunakan berkali-kali. Padahal, handuk dapat menyimpan bakteri dan jamur, terutama ketika kita sering menggunakannya dalam keadaan lembap.
Mary Johnson, mantan ilmuwan utama Tide & Downy, menyarankan kita mencuci handuk setelah menggunakannya sekitar 3 – 4 kali . Ia menyampaikan hal tersebut seperti dikutip dari Real Simple.
Kita juga perlu memperhatikan kondisi handuk setelah menggunakannya. Jika kita selalu menggantung dan mengeringkan handuk dengan baik, kita bisa menggunakannya beberapa kali sebelum mencucinya.
Namun, ketika handuk mulai mengeluarkan bau apak , segera masukkan ke mesin cuci. Bau tersebut dapat menandakan adanya jamur atau mikroorganisme yang berkembang di dalam serat handuk.
Jadi, jangan menganggap handuk masih bersih hanya karena kita tidak melihat noda atau kotoran di permukaannya.
Mengapa Kita Harus Rajin Mencuci Handuk?
Saat kita mengeringkan tubuh setelah mandi, handuk ikut menyerap berbagai sisa yang masih menempel pada tubuh. Keringat, sel kulit mati, ketombe, lendir, dan sisa produk perawatan tubuh dapat menumpuk pada serat handuk.
Kita juga sering menyimpan handuk di kamar mandi yang lembap. Kondisi tersebut dapat membuat handuk sulit kering dan memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri maupun jamur.
Jika kita terus menggunakan handuk yang kotor, berbagai mikroorganisme dapat berpindah kembali ke kulit. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk masalah kulit pada sebagian orang.
Sesuaikan Frekuensi Mencuci dengan Penggunaan
Kita tidak harus memperlakukan semua handuk dengan jadwal pencucian yang sama. Jenis dan penggunaannya ikut menentukan kapan kita perlu mencucinya.
- Handuk mandi: cuci setelah menggunakannya sekitar 3–4 kali.
- Handuk yang tetap lembap atau mulai berbau: segera cuci dan keringkan dengan baik.
- Handuk untuk mengeringkan kaki: cuci lebih sering, misalnya setiap dua hari.
- Handuk milik orang yang sedang sakit: cuci lebih sering untuk membantu mengurangi risiko penyebaran kuman.
Cara Mencuci Handuk dengan Benar
Kita juga perlu memperhatikan cara mencuci handuk agar tetap bersih, lembut, dan mampu menyerap air dengan baik.
1. Pisahkan handuk berdasarkan warna
Kita sebaiknya mencuci handuk putih bersama handuk putih. Pisahkan pula handuk berwarna agar warna yang luntur tidak menodai kain lainnya.
2. Jangan memenuhi mesin cuci
Berikan ruang yang cukup agar handuk dapat bergerak selama mesin mencuci. Jika kita memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus, air dan detergen mungkin tidak dapat membersihkan seluruh bagian kain secara optimal.
Untuk mesin cuci bukaan depan, kita bisa mencuci sekitar 3–4 handuk dalam satu kali pencucian, tergantung kapasitas mesin.
3. Gunakan detergen secukupnya
Kita tidak perlu menggunakan detergen dalam jumlah berlebihan. Sisa detergen yang menempel pada serat handuk justru dapat membuat kain terasa kaku dan mengurangi daya serapnya.
Ikuti takaran detergen yang tercantum pada kemasan agar kita mendapatkan hasil pencucian yang optimal.
4. Keringkan handuk sampai tuntas
Setelah mencuci, segera jemur atau keringkan handuk hingga benar-benar kering. Jangan menumpuk handuk dalam kondisi basah karena kelembapan dapat memicu munculnya bau tidak sedap.
Jangan Abaikan Kebersihan Handuk
Kita menggunakan handuk hampir setiap hari, tetapi sering kali lupa membersihkannya secara rutin. Padahal, kebersihan handuk juga memengaruhi kenyamanan dan kebersihan tubuh.
Karena itu, jangan hanya menunggu sampai handuk terlihat kotor. Perhatikan berapa kali kita sudah menggunakannya, pastikan handuk selalu kering setelah dipakai, dan segera mencucinya ketika mulai berbau.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, kita dapat menjaga handuk tetap bersih, segar, nyaman digunakan, dan lebih awet.









