Hara Hachi Bu, Rahasia Panjang Umur dari Jepang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Jepang menerapkan filosofi hara hachi bu dengan makan perlahan dan berhenti sebelum kenyang penuh untuk menjaga kesehatan dan umur panjang.

Warga Jepang menerapkan filosofi hara hachi bu dengan makan perlahan dan berhenti sebelum kenyang penuh untuk menjaga kesehatan dan umur panjang.

Jakarta, iNBrita.com — Jepang memiliki sebuah filosofi hidup sehat yang disebut hara hachi bu. Masyarakat Jepang menerapkan filosofi ini untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang umur. Prinsip utamanya adalah makan hingga 80 persen kenyang, bukan sampai benar-benar penuh. Ajaran ini berasal dari nilai Konfusianisme yang menekankan keseimbangan dan kesadaran diri saat makan.

Orang Indonesia juga bisa meniru kebiasaan ini untuk menjaga kesehatan dan umur panjang. Banyak orang mulai melirik hara hachi bu sebagai cara alami untuk menurunkan berat badan. Walau tampak mirip dengan metode diet, filosofi ini tidak bertujuan membatasi makanan, melainkan mengajarkan kesadaran dan rasa syukur saat makan.

Dengan menerapkan hara hachi bu, seseorang belajar memperlambat waktu makan, menikmati rasa, dan memahami sinyal kenyang tubuh. Penelitian tentang filosofi ini memang belum banyak, tetapi beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang menerapkannya mengonsumsi kalori lebih sedikit setiap hari. Akibatnya, mereka cenderung memiliki berat badan yang stabil dan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah.

Selain itu, praktik ini mendorong seseorang untuk lebih memilih makanan sehat, seperti sayuran, dan mengurangi konsumsi biji-bijian olahan. Pola ini sejalan dengan konsep makan penuh kesadaran (mindful eating) dan makan intuitif (intuitive eating), yang sama-sama menekankan hubungan sadar dengan rasa lapar dan kenyang alami.

Baca Juga :  STATUS TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR DIPERPANJANG

Penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut dapat mengurangi kebiasaan makan karena emosi, serta meningkatkan kualitas pola makan. Dikutip dari ScienceAlert, beberapa manfaat lain dari hara hachi bu antara lain:

  • Membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan gaya hidup sehat secara lembut dan berkelanjutan.

  • Memudahkan seseorang mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

  • Mencegah kenaikan berat badan berlebih.

  • Mengurangi risiko gangguan pencernaan akibat makan berlebihan.

  • Meningkatkan kesadaran terhadap jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

  • Mendukung sistem pencernaan agar tetap optimal.

Cara Menerapkan Hara Hachi Bu

  1. Periksa Tubuh Sebelum Makan
    Dengarkan sinyal tubuh sebelum mulai makan. Tanyakan pada diri sendiri, apakah lapar yang dirasakan muncul karena kebutuhan fisik, emosi, atau hanya kebiasaan? Jika tubuh benar-benar lapar, beri asupan dengan porsi wajar. Namun, jika lapar muncul karena bosan, stres, atau lelah, cobalah menenangkan diri terlebih dahulu agar tidak menjadikan makanan sebagai pelarian.

  2. Makan Tanpa Gangguan
    Saat makan, hindari menatap layar ponsel atau televisi. Gangguan visual dapat membuat seseorang kehilangan fokus pada rasa kenyang dan akhirnya makan berlebihan.

  3. Perlambat dan Nikmati Setiap Gigitan
    Nikmati setiap suapan makanan dengan tenang. Makan perlahan membantu tubuh mengenali rasa kenyang dan mencegah kekenyangan. Selain itu, makan dengan penuh perhatian menjadikan proses makan lebih memuaskan.

  4. Berhenti Saat Merasa Kenyang, Bukan Kekenyangan
    Bedakan antara kenyang dan kekenyangan. Saat tubuh mulai terasa cukup, hentikan makan sebelum perut terasa penuh. Langkah ini membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan pencernaan.

  5. Berbagi Makanan dengan Orang Lain
    Nikmati momen makan bersama keluarga atau teman. Interaksi sosial saat makan menciptakan rasa bahagia dan meningkatkan makna dari setiap hidangan.

  6. Utamakan Kualitas Nutrisi
    Pilih makanan yang kaya vitamin, mineral, serat, dan energi. Jangan hanya fokus pada jumlah makanan yang sedikit. Kualitas gizi tetap menjadi kunci utama dalam menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Dengan menjalankan hara hachi bu, seseorang belajar menghargai tubuh, makanan, dan momen makan itu sendiri. Filosofi sederhana ini mengajarkan bahwa hidup sehat bukan soal membatasi diri, tetapi tentang menemukan keseimbangan dan kesadaran dalam setiap suapan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama Terbaik 2026
Game Penghasil Uang 2026 Terbaru Langsung Cair ke Dana
Cara Menanam Bunga Bakung dan Narcissus Agar Subur
Kode Redeem FF Terbaru 8 Juni 2026 Klaim Diamond
Pagar Baru dari KMH, Sekolah Lebih Aman Nyaman
Sekda Alpian Hadiri Penutupan Program BioCF ISFL Jambi
Indonesia Mulai Kemarau Mei 2026, Ini Wilayah Terdampak
Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Timnas Voli
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama Terbaik 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 12:00 WIB

Game Penghasil Uang 2026 Terbaru Langsung Cair ke Dana

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Bunga Bakung dan Narcissus Agar Subur

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Kode Redeem FF Terbaru 8 Juni 2026 Klaim Diamond

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pagar Baru dari KMH, Sekolah Lebih Aman Nyaman

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB